Rabu, 26 Januari 2011

Yuk, Kita Jaga Keindahan Alam laut Bangka Belitung

Walaupun sudah beberapa kali ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), tetap saja tidak ada bosannya untuk kembali dan kembali lagi. Rindu dengan panorama lautnya itu lho..
Babel yang kini lebih populer dengan sebutan negeri ‘laskar pelangi’ itu menyimpan kekayaan hayati maupun jasa kelautan yang –luar biasa-. Kalau soal timah, rasanya siapapun akan tahu bahwa Bangka adalah produsen utama hasil tambang tersebut di Indonesia. Dan itu pula yang menjadikan lingkungan pulau bangka jadi murat marit. Banyak tanah terbuka berupa kolam kolam raksasa (kolong) yang tidak terurus bagaikan ditinggal pergi sang pemiliknya. Hutan tersisa di Provinsi Babel ini hanya tinggal 8% saja, yang jauh dari ketentuan yang termuat dalam aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yaitu setidaknya harus mencapai 30% dari tutupan lahan yang ada. Tidak kaget kalau sampai Wakil Presiden RI Bp Boediono pada Jumat malam (21/01/2011) menyatakan untuk melakukan moratorium penambangan timah dan Babel harus segera menata ulang lingkungannya. Nah!

Jumlah penduduk Prov Kepulauan Bangka Belitung tercatat 1.074.775 jiwa yang menempati luasan keseluruhan Provinsi tersebut = 81.725,14 km2, dimana luas daratannya hanya 16.242,14 km2 (20,10%) sedangkan luas launya adalah 65.301 km2 (79,90%). Jumlah pulau yang terserak disana ada sekitar 470 buah dan hanya 50 pulau saja yang berpenghuni. Bayangkan bagaimana potensinya.
Lingkungan laut harus dijaga jangan sampai rusak seperti di daratannya. Luas laut Prov Babel yang 65.301 km2 memiliki potensi ikan tangkapan sekitar 499.500 ton/tahun dengan nilai ekonomis Rp 2,5 trilyun dan menurut catatan staistik pada tahun 2006 ikan tangkapan dengan produksi 122.841,6 ton (24,59% dari potensi) dengan nilai Rp 1,23 trilyun (49,47% dari nilai potensi). Jenis ikan apa saja yang ada disana? Yang banyak ditangkap nelayan Babel adalah ikan: tenggiri, tongkol, kembung, layar, selar,tembang, kakap, kerapu, bawal, udang dll. Mangkanya kerupuk kemplangnya yang terkenal pasti kemplang tenggiri.

Lalu bagaimana dengan pariwisata baharinya? Provinsi Kep Bangka Belitung Terdiri dari 6 kabupaten dan satu kota, yaitu: kab Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, belitung Timur dan terahir Kota Pangkalpinang. Tiga wilayah diantaranya dikonsentrasikan pembangunan kepariwisataannya, yaitu: Kab Bangka, Kab Belitung dan Kota Pangkalpinang.

Pantai Pulau Bangka umumnya memiliki pasir putih halus dan ada juga yang berwarna kuning keemasan seperti bulir padi. Pantainya landai dengan ombak lumayan besar dan dikelilingi oleh batuan vulkanik yang unik indah. Hal seperti itulah yang menjadikan pantai Pulau Bangka sangat terkenal.
Beberapa pantai yang ada di Pulau Bangka adalah: Pantai Parai Tenggiri, Pantai Matras, Pantai Tanjung Pesona, dan Pantai Tikus.
Khusus di Pulau Belitung, disini memiliki pemandangan pantai yang unik yaitu pantai berpasir putih yang asli dihiasi oleh artistiknya batu batu granit dengan air laut sejernih kristal dengan dihiasi pulau pulau kecil disekelilingnya. Disini adalah salah satu pantai terbaik di Indonesia. Beberapa pantai yang ada di Pulau Belitung adalah:Tanjung Kelayang, Taanjung Binga. Tanjung Tinggi dan Pulau Lengkuas.

Pengembangan perikanan dan pariwisata tentunya menuntut lingkungan yang kondusif agar sektor sektor tersebut dapat tumbuh berkembang yang dapat menjadi andalan ekonomi masyarakat setempat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pengelolaan wilayah pesisir laut dan pulau pulau kecil secara terpadu dan optimal. Produk hukum pengaturan pengelolaan wilayah pesisir, laut dan pulau pulau kecil (wp3k) sudah tersedia yaitu Undang Undang no 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau pulau kecil. Kata –pengelolaan- dalam undang undang tersebut adalah rangkaian kegiatan terpadu yang dimulai dengan langkah perencanaan à kemudian langkah pemanfaatan à terahir langkah pengawasan dan pengendalian.
Perencanaan dalam undang undang no 27 tahun 2007 terdiri dari: Rencana Strategis (renstra), Rencana Zonasi (RZ), Rencana Pengelolaan dan Rencana Aksi.
Rencana Strategis adalah memuat visi misi pengelolaan wilayah pesisir laut dan pulau pulau kecil (wp3k) yang artinya tidak lain adalah sebuah impian atau seperti apa wp3k itu disana dan bagaimana cara mengapainya. Sedangkan rencana zonasi adalah arahan pemanfaatan ruang wilayah yaitu dengan membagi ruang wp3k menjadi empat kawasan. Yaitu: kawasan pemanfaatan umum, kawasan konservasi, alur laut dan kawasan strategis nasional tertentu (KSNT).
Setelah disusun perencanaan tersebut kemudian disusul pengan langkah pemanfaatannya. Pemanfaatan disini artinya apakah itu pemanfaatan pulau pulau kecil, pesisir dan untuk konservasi, haruslah sesuai dengan fungsi fungsinya seperti yang telah ditetapkan dalam langkah perencanaan sebelumnya. Kemudian langkah terahir adalah pengawasan dan pengendalian terhadap siklus pengelolaan WP3K yang telah direncanakan dan ditetapkan, apakah sudah berjalan dengan benar apa tidak?

Jadi kalau mau mengikuti aturan yang ada, kemungkinan besar alam laut Prov Kep Bangka Belitung akan terjaga lingkungannya dan dapat menjadi andalan ekonomi setempat, berbeda dengan keadaan di daratnya yang telah porak poranda itu.



3 komentar:

  1. Halo Kami dari www.indonesiavirtual.com ingin mengajak rekan rekan blogger untuk berpartisipasi dalam gerakan #KenalIndonesia.

    Silahkan visit www.indonesiavirtual.com untuk melihat koleksi foto 360 derajat tentang Indonesia dan silahkan copy embed code Pulau Lengkuas untuk menarik file foto 360 derajat tersebut ke dalam blog kalian. Ayo bantu misi kami untuk "mengibarkan bendera" Indonesia ke dunia!

    Link Embed Code Pulau Lengkuas di sini :

    http://indonesiavirtual.com/index.php?option=com_jumi&fileid=11&Itemid=109&id_img=88

    Salam #KenalIndonesia

    Notes : pertanyaan lebih lanjut silahkan email Support@indonesiavirtual.com

    BalasHapus
  2. kewajiban kita bersama untuk menjaga dan melestarikan alam laut kita. terima kasih Melody Stringer atas atensinya

    BalasHapus