Senin, 28 Februari 2011

Pulau Kisar di Maluku Tenggara Barat. Wilayah Perbatasan Yang Harus Keluar 'Batas'

Kali ini berkesempatan mengunjungi Pulau Kisar yang merupakan salah satu pulau kecil terluar (PPKT) dengan kapal Pelni Pangrango yang berkapasitas 1000 penumpang. Kami berangkat dari Kupang dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai di P Kisar adalah sekitar 10 jam. Penduduk P Kisar dengan Kupang dan sekitarnya sudah memiliki hubungan tradisional yang erat terutama dalam perdagangan. Untuk mencapai P Kisar melalui jalur laut, kami pikir lebih mudah melalui Kupang dibandingkan melalui Saumlaki. Berangkat sore hari menjelang malam dan sampai di kota Wonrel yang berada di Pulau Kisarnya, pas menjelang fajar terbit. Berikut sekilas tentang P Kisar:
Pulau Kisar adalah salah satu pulau terluar yang berada di wilayah Maluku, tepatnya berada di Selat Wetar. Ukuran pulau ini realtif kecil, yaitu sekitar 81,83 km2 berupa bukit-bukit rendah dengan titik tertinggi 250 meter dari permukaan laut. Tetapi pada umumnya bukit-bukit di pulau ini berlereng relative landai dan terdapat di bagian tengah pulau.  Sedangkan di bagian tepi pulau ini berupa daerah yang datar.

Administratif
Secara administratif, Pulau Kisar termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Data terakhir dari pemerintah Maluku mencatat jumlah penduduk pulau ini berjumlah 7286 jiwa.

Letak Geografis
Secara geografis, Pulau Kisar berada pada titik koordinat 08° 06' 10" LS dan 127° 08' 36" BT. Di sebelah   Utara   berbatasan   dengan   Pulau Romang, sebelah Selatan dengan Selat Timor, sebelah   Barat   dengan   Pulau   Wetar   dan sebelah  Timur  dengan  Pulau-Pulau  Leti,  Moa dan Lakor. Panjang garis pantai pulau ini  37, 36 km sedangkan panjang sisi  Barat adalah 7,3 km, sisi Timur 12,08 km, sisi Utara 7,83 km dan sisi Selatan 10,15 km. Di pulau ini akan dibuat Titik Dasar No. CTD 111 dan Calon Titik Referensi No. CTR 111.

Aksesibilitas
Untuk  menuju  Pulau  Kisar,  perjalanan  dapat ditempuh   melalui   perjalanan   laut   maupun udara   dari   Kota  Saumlaki.   Kota   Saumlaki berfungsi   sebagai   pintu   keluar   masuk hubungan  dengan  wilayah  luar  kabupaten. Selain transportasi laut dan udara melalui Kota Saumlaki terdapat pergerakan penduduk dari dan menuju Kota Wonreli di Pulau Kisar dengan
wilayah   Nusa   Tenggara   Timur   (Kupang). Sebagian   besar   transportasi   melalui   laut dilayani   oleh   kapal-kapal  PELNI, ASDP dan perusahaan swasta (perintis).

Kabupaten Maluku Tenggara Barat memiliki 2 (dua)   lapangan   terbang,   yaitu   lapangan terbang Olilit di Kota Saumlaki dan lapangan terbang Wonreli di Kota Wonreli. Ketersediaan lapangan terbang  ini  telah dapat memperlancar  akses  ke  wilayah  Pulau  Kisar sekaligus    menopang aktivitas dan mempercepat pertumbuhan perekonomiannya. Penerbangan   reguler   ke kota Kecamatan Wonreli disediakan  oleh  PT. Merpati Nusantara  Airlines (MNA)   dengan menggunakan  pesawat  CN  212  dari  Kota Kupang di Provinsi NTT menuju Kota Ambon dan sebaliknya. Transportasi  dengan  pesawat terbang   ini   masih   bersifat   terbatas   yaitu berlangsung sekali dalam seminggu.

Topografi Dan Geomorfologi

Pulau  Kisar  tersusun  dari  batuan  metamorf yang  berupa  sekis  bersisipan  genes,  filit  dan batugamping   terubah   yang   diperkirakan berumur  Pra  Perm.  Bagian  utama  pulau  ini dikelilingi   oleh   batuan   termuda   yang menumpang secara tidak selaras pada batu- batuan   tersebut,   sedangkan   bagian   atas adalah  batu  gamping  koral  yang  berumur kuarter.

Batu  gamping  koral  berupa  batu  gamping terumbu   yang   mengandung   kuarsa   dan membentuk undak-undak dengan sisipan tufa gampingan   berbatu   apung   yang   mudah diremas. Secara   geologi,   struktur   yang terdapat  di  daerah ini  diperkirakan  berupa patahan mendatar yang mengarah ke Barat Daya - Timur Laut.

Sedangkan  pada  endapan  batu  gamping kuarter yang mengelilingi pulau ini, diharapkan dapat   menjadi   tempat   akumulasinya   air tanah,   karena   batuan   ini   bersifat   mudah melarutkan dan meresapkan air. Daerah batu gamping  ini  biasanya  mempunyai  muka  air tanah yang dalam, tergantung dari tebalnya batuan tersebut.

Sungai yang terdapat di Pulau Kisar sebagian besar  merupakan  sungai  tadah  hujan,  yaitu sungai   yang   hanya   berair   pada   musim penghujan dan kering pada musim kemarau. Sungai-sungai  yang  berair  sepanjang  tahun adalah  Meta  Sakir,  Meta  Naumatang  dan Meta  Amau.  Di  bagian  tengah  Pulau  Kisar terdapat Telaga Nhui dengan potensi air yang
belum diketahui.

Klimatologi

Berdasarkan   data   yang   ada,   curah   hujan tahunan   di   Pulau   Kisar   berkisar   antara 900-1200 mm dan pada daerah pegunungan yang   berada   di   bagian   tengah   pulau mempunyai  curah  hujan  yang  relatif  tinggi yaitu 3000-4000 mm.


Potens Sumberdaya Alam

Mangrove
Komunitas  mangrove  di  Pulau  Kisar  tersebar sangat  terbatas  di  wilayah  pesisir  dan  tidak membentuk ekosistem yang kompleks seperti di wilayah pesisir Maluku Lainnya. Hasil estimasi menunjukan  luas  hutan  mangrove  di  pesisir Pulau Kisar mencapai  0,53 Km .

Jenis mangrove Hibiscus tiliaceus menyebar di keempat   bagian   pesisir   Pulau   Kisar   ini dibanding   spesies   mangrove   yang   lain. Sebagaimana   diketahui   bahwa   ekosistem mangrove memiliki berbagai peran dan fungsi penting  bagi  ekosistem  perairan  pesisir  dan laut,   diantaranya   adalah   fungsi   produksi. Kenyataan   ini   dirasakan   dan   diakui   oleh masyarakat pesisir Pulau Kisar, khususnya para nelayan yang sebagian pekerjaannya sebagai nelayan.


PadangLamun
Padang lamun sebagai ekosistem penting di perairan   pesisir   menyebar   pada   wilayah ekologis Pulau Kisar dan sekitarnya, walaupun dengan kondisi komunitas yang berbeda antar wilayah. Kehadiran padang lamun di perairan pesisir Pulau Kisar ini luasnya mencapai  15 km 2 .Di  perairan  pesisir  Pulau  Kisar  ditemukan  6 spesies   lamun   yang  merupakan   50%   dari kekayaan spesies lamun Indonesia maupun di perairan pesisir Maluku secara keseluruhan.

TerumbuKarang
Perairan  pesisir  Pulau  Kisar  memiliki  ekosistem terumbu   karang   yang   menyebar   merata hampir  pada  semua  bagian  pulau.  Melalui hasil analisis, diperoleh data panjang terumbu
karang  di  perairan  pesisir  mencapai  36  km dengan  lebar  rata-rata  mencapai  75  meter. Panjang   terumbu   di   pesisir   Utara   pulau mencapai 8 km, pesisir Selatan 10,5 km, pesisir Timur 12,7 km dan di pesisir Barat mencapai 7,6 km.

Dari  hasil  analisis,  persentase  tutupan  karang batu  menunjukkan  kondisi  terumbu  karang di perairan  pesisir  Pulau  Kisar  termasuk  dalam kategori  kurang  baik  hingga    baik.  Terumbu karang di bagian Utara pulau memiliki kondisi terumbu   karang   yang   termasuk   kategori sangat   baik   dengan   persentase   tutupan mencapai  75%. Sementara di perairan pesisir pulau  bagian  Barat  tergolong  baik,  dengan persentase  tutupan  karang  batu  mencapai 65%.  Sedangkan  di  perairan  pesisir  bagian Selatan dan Timur Pulau Kisar memiliki kondisi terumbu karang dengan kategori kurang baik, disebabkan  oleh  adanya  kematian  karang batu   dari   bentuk   tumbuh   Acropora bercabang,  Non  Acropora  bercabang  dan Acropora tabulate.

Perikanan

Sumberdaya ikan di perairan pesisir dan laut di wilayah  Pulau  Kisar  secara  umum  terdiri  atas empat kelompok utama yaitu ikan karang dan demersal, ikan pelagis kecil serta ikan pelagis besar.  Potensi  sumberdaya  ikan  karang  itu sendiri terdiri atas ikan komponen hias dan ikan konsumsi  yang  potensial  untuk  dimanfaatkan dan dikembangkan.
Spesies  sumberdaya  ikan  karang  dan  ikan demersal ini bernilai ekonomis tinggi terutama ikan  kerapu  (famili  Seranidae),  kakap  merah (famili   Lutjanidae),   ikan   lencam   (famili Lehrinidae),   ikan   Napoleon   (Cheilinus undulatus),  ikan  beronang  (famili  Siganidae).
Sumberdaya    ikan    karang    ini    baru dimanfaatkan   oleh   sekelompok   kecil masyarakat   yang   umumnya   bermukim   di bagian  pedalaman  pulau  dengan  teknologi yang   sangat   sederhana,   mengingat   mata pencaharian   masyarakat   di   Pulau   Kisar umumnya bertani.

Makrobentos

Selain sumberdaya perikanan, Pulau Kisar juga menyediakan   habitat   yang   baik   untuk
sumberdaya  moluska.  Sebanyak  14  spesies moluska   memiliki   kemampuan   menyebar yang luas dan bisa ditemukan di setiap bagian perairan pesisir pulau ini.

Selain  itu  perairan  pesisir  Pulau  Kisar  ini  juga menyimpan potensi sumberdayaLola (Trochus niloticus)  dan  Batu  Laga  (Turbo  marmoratus) dari  klas  Gastropoda  sebagai  komoditi  yang potensial. Siput Lola dapat dikatakan menyebar hampir  merata  di  perairan  pesisir  pulau  ini, tetapi  lebih  menonjol  di  bagian  Utara  dan Barat. Sumberdaya Batu Laga bisa ditemukan di  perairan  pesisir  bagian  Barat  dan  tidak menyebar   merata.   Jenis   sumberdaya   ini menempati   perairan   pesisir   dengan geomorfologi bebatuan yang agak terjal dan berelief.

Pesisir  Pulau  Kisar  juga  memiliki  sedikitnya  4 spesies kima yaitu Tridacna crocea, Tridacna derasa,  Tridacna  squamosa  dan  Hyppopus hyppopus. Sebaran dari keempat spesies kima tersebut hampir merata dan memiliki potensi yang memadai tetapi juga mengkhawatirkan, karena   dimanfaatkan   oleh   masyarakat sebagai   sumber   pangan   juga.   Sebagai sumberdaya  pesisir  dan  laut  yang  dilindungi, maka  konservasi  terhadap  keempat spesies kima ini menjadi penting.



Pariwisata Bahari

Potensi wisata yang menjadi andalan di Pulau Kisar  ialah  wisata  alam  dan  budaya.  Tetapi
pembinaan wisata di wilayah ini membutuhkan upaya pembenahan dan promosi yang kuat sebagai penarik wisatawan untuk mengunjungi wilayah ini.
Potensi  wisata  yang  baru  teridentifikasi  untuk wilayah Pulau Kisar meliputi wilayah pesisir dan laut.  Untuk perairan  pesisir,  kegiatan  wisata bahari yang potensial adalah Skin Diving dan Scuba   Diving.   Sementara   untuk   wilayah perairan, lautnya sangat potensial untuk wisata pancing   tonda   (trolling)   karena   wilayah perairan   ini   menyimpan   sumberdaya   ikan pelagis besar seperti ikan layaran, ikan setuhuk dan  ikan  pedang,  serta   ikan  tuna   dan cakalang.   

Di bagian  lain, dapat dikembangkan   wisata   pancing   untuk   ikan dasar atau ikan demersal yang juga tergolong potensial. Letak  Pulau  Kisar  yang  sangat  strategis,  yaitu pada   jalur   migrasi   paus   yang   melewati perairan   Selat  Timor,   menjadi   lokus   wisata lautan yang cukup penting.

Sarana Komunikasi

Telekomunikasi   merupakan   prasarana   yang penting   untuk   menciptakan   keterkaitan   di wilayah Pulau Kisar. Sampai saat ini, pelayanan telekomunikasi yang dilakukan oleh PT. TELKOM telah  menjaring  586  pelanggan  telepon  di Kabupaten  Maluku  Tenggara  Barat  dengan sentral  jaringan  berada  di  Saumlaki,  Tepa, Wonreli,   Serwaru,   Larat   dan   Seira.   Selain komunikasi   dengan   fasilitas   telepon, komunikasi juga telah dapat dilakukan melalui pos.

Upaya Pengembangan

Dalam bidang konservasi sumberdaya alam, masyarakat  di  Pulau  Kisar  telah  menerapkan sistem pengelolaan lingkungan pesisir dan laut dengan baik. Di lokasi-lokasi tertentu telah lama diterapkan sistem "sasi" sebagai upaya untuk mempertahankan   sumberdaya   agar   tetap tersedia dalam jumlah yang cukup. Sistem sasi itu difokuskan pada komoditi lola dan perairan pesisir tertentu yang memliki terumbu karang. Dengan  adanya  indikasi  penurunan  kualitas terumbu   karang   tersebut,   maka   upaya konservasi dan rehabilitasi perlu dilakukan.

Kebijakan   kecamatan   disesuaikan   dengan rencana   pengembangan   kabupaten   serta rencana  percepatan  pengembangan  Pulau Wetar   sebagai   sebuah   otorita.   Arahannya disesuaikan  dengan  rencana  yang  berkaitan dengan   pengembangan   orientasi   wilayah lokal,  nasional  dan  regional  (Timor  Leste  dan Australia).   Dinamika   pada   kawasan   ini direncanakan   berkembang   sesuai   dengan volume interaksi antar wilayah.

Pengembangan ekonomi wilayah Pulau Kisar sebagai wilayah perbatasan, selain memperhatikan komoditas unggulan lokal dengan perangkat sosial ekonomi budaya dan politiknya juga sangat diperlukan adanya insentif khusus. Kalau tidak ada insentif khusus, rasanya akan sulit untuk mengembangkan ekonomi pulau Kisar, mengingat keberadaan Pulau Kisar berada jauh dari wilayah pasar produk hasil dari kegiatan ekonomi P Kisar. Kita tidak rugi, seandainya mengeluarkan dana lebih untuk membangun wilayah penentu NKRI tetapi terpencil itu toh?
Membangun P Kisar memang harus melewati batas. batas kebiasaan!
(didi sadili)
Dengan KM Pangrango milik PELNI dari Kupang
Menuju Pulau Kisar di Maluku Tenggara Barat

Sesampai di Pulau Kisar disambut Sun Rise

Kapal Pangrango tidak dapat merapat karena kondisi pelabuhan

Kami ke darat harus pake perahu kecil

disambut keramahan penduduk setempat

pohon enau sejauh mata memandang

tofografi berbukit rendah

potensi perikannnya -besar-

masyarakat P Kisar menunggu pembangunan

Pulau Kisar pulau harapan



12 komentar:

  1. Pak...kalau dari pulau kisar menuju ke pulau wetar apakah sudah kapal reguler yang beroperasi? Mohon informasinya.
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya. Sayang sekali sampai saat ini kapal dari Kisar ke Pulau Wetar belum ada yang terjadwal reguler. Sudah pernah dicoba untuk itu terapi penumpangnya sedikit sehingga tidak ekonomis. Sekarang kalau mau ke Wetar harus nunggu berhati hari dengan tidak pasti apalagi kalau gelombang tinggi seperti bulan Juli ini. Penulis pada Januari kemarin dari Kisar ke Wetar pp harus nyawa perahu nelayan = Rp 2,5 juta untuk 2 hari satu malam.

      Hapus
  2. pak, saya punya opa(kakek)yang tahu sekali sejarah P.KIsar ini. karena opa saya adalah cucu kandung penemu pulau kisar ini, yang bernama Tellyono/Telupere/Tiga Peri. tapi sekrang opa saya yang bernama Julius Zacharias sudah setengah abad tidak pulang ke Kisar, karena pekerjaan. sekarang opa saya ingin tahu lebih banyak tentang P. kisar sekarang seperti apa. Mohon diperjelas lagi ya pak. terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam sejahtera.saya punya marga zacharias saya punya buyut thomas telupere.mohon info nya saya kelahiran jakarta,terima kasih,

      Hapus
    2. Salam sejahtera.saya punya marga zacharias saya punya buyut thomas telupere.mohon info nya saya kelahiran jakarta,terima kasih,

      Hapus
    3. Rupi Zacharias salam kenal dari oetona

      Hapus
  3. Salam hormat dari b untuk opa Julius Zacharias dan keluarga bedarnya. B janji, lain kali kalau b balik lai ke kisar b akan tulis lebih panjang lai. Terima kasih Bung

    BalasHapus
  4. Pak mohon informasi berapa lama waktu tempuh dengan perahu nelayan dari Pulau Kisar ke Pulau Wetar, rencananya 2 minggu depan saya akan ke sana?

    BalasHapus
  5. Terima kasih P Steaven atas kunjungannya. dalam cuaca normal dari Kisar ke Wetar sekitar 4 - 6 jam

    BalasHapus
  6. Pak didi..rencananya saya akan ke pulau wetar bulan mei tahun ini.
    Kalau dr kupang apa ada yang langsung ke pulau wetar?
    Mohon informasi mengenai akomodasi (transportasi + biaya) menuju kesana pak?
    Dan apakah ada penginapan disana?

    BalasHapus
  7. Pak.. terima kasih ulasannya, membantu saya dlm tugas PKN..

    BalasHapus
  8. Julius Zacharias Telupere,
    beta cucu kandung dari Tete Julius Zacharias yang purnawirawan Polri,
    ale maksud Julius Zacharias yang mana ?
    pak Didi Sadili salam kenal
    Norbertro Anatoly Zacharias

    BalasHapus