Senin, 21 Maret 2011

Menikmati Cantiknya Pantai Anyer

Minggu 20 Maret 2011, kami berombongan dalam satu bus besar berwisata ke pantai Anyer yang cantik. Walaupun di awalnya ada keraguan untuk berangkat kesana karena dikaitkan dengan tragedi tsunami di Jepang yang baru saja lewat.
Sesampainya di Anyer, kami jadi lupa dengan peristiwa tsunami Jepang itu. Kami menikmati pasir putih, matahari, debur ombak, para penjaja jasa pijit, tatto atau pengasong berbagai makanan khas daerah Anyer.
Hanya perlu waktu tiga jam perjalanan dari Bogor untuk sampai ke lokasi, yaitu pantai Sambolo yang merupakan bagian dari komplek hotel Patra Jasa. Memang begitu keluar dari outram pintu tol Cilegon Barat sampai di pasar Anyer, kondisi jalannya bergelombang dan berdebu. Mungkin sebagai akibat dari lalu lalangnya kendaraan kendaraan berat yang mengangkut barang barang milik industri yang banyak terdapat di sekitaran ini. Tetapi sudah seyogyanya, apabila jalan akses satu satunya ke arah pantai Anyer ini harus selalu terawat baik. Bagaimana mau menarik turis kalau akses jalannya saja, berantakan seperti ini?
Di Pantai Sembolo sampai ke arah ujung dari teluk ini, pantainya berpasir, tidak seperti arah sebaliknya atau dari Pantai Sembolo ke arah komplek industri kimia Chandra Asri yang pantainya terdiri dari batu karang. Jadi kami dapat menikmati pantai dengan berlari lari dan bermain berbagai wisata air tanpa takut terluka menginjak karang.
Yang saya soroti lagi adalah persoalan sempadan pantai. Yang saya ketahui, aturannya untuk pantai tipe landai seperti di Anyer ini,jarak sempadan pantai ke arah darat dari titik pasang tertinggi adalah minimal 100 meter. Nah, saat ini apabila kita melewati pantai Anyer ini dari ujung ke ujung, kita tidak dapat melihat laut secara langsung karena sudah dipagari oleh berbagai bangunan yang rapat. Mungkin untuk menata kembali bangunan bangunan yang berada di sempadan pantai, tidak mungkin dapat dilakukan. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana merawat pantainya dengan sebaik baiknya. Merawat itu dapat dilakukan melalui menjaga dari limbah atau cemaran, memberi akses kepada publik untuk menikmati keindahan lautnya, memberi akses kepada para nelayan untuk memanfaatkannya dan tidak merusak kondisi fisik yang ada.
Seperti hari ini, kami bersama para tetangga ingin menikmati sempadan pantai Anyer yang cantik ini dan itu sudah dirasakan, tetapi janganlah air lautnya ditaburi cemaran berat dari limbah pabrik yang ada disana, janganlah dikungkung oleh bangunan bangunan yang keberadaanya tidak sesuai peruntukannya. Biarkan kami bisa tertawa riang dalam kesegaran di Anyer ini, karena mungkin untuk tertawa di tempat lain sudah sulit untuk dilakukan.. 
didi sadili

Tidak ada komentar:

Posting Komentar