Selasa, 08 Maret 2011

Wanginya Museum Rokok 'House of Sampurna' di Surabaya

Mencari keberadaan museum Hause of Sampurna, agak agak susah, untungnya penunjuk lokasi sangat jelas berdiri di jalan yang ke arahnya. Lokasinya ada di belakang penjara Lowok Waru yang sudah tidak digunakan lagi. Dan Museum ini berada di tengah tengah pemukiman penduduk biasa. Sesuatu yang bernuansa lain tentunya.
Begitu nyampe di komplek museum House of Sampurna, semerbak wangi tembakau langsung merebak. ‘Hemm perasaan ini jadi terbang’.
Pertama masuk museum ini adalah harus membuka pintu kayu kuno ukuran besar dan ternyata pintunya memang selalu tertutup rapat, seolah museum ini sudah ‘tutup’. Kemudian pandangan mata langsung disuguhi kolam dan air mancur kecil dengan ikan mas berwarna merah indah berlenggak lenggok di dalamnya. Kolam kecil ada di hadapan mata kita. Di sebelah kiri, ada tumpukan karung berisi tembakau dan cengkih sebagai bahan baku pembuatan rokok. Di sebelah kanan di ruang pertama ada seperangkat kursi kuno dengan latar belakang lemari hias yang berisi berbagai trophi, cindera mata dll. Di pinggir lemari hias ini tergantung berbagai foto foto keluarga dari mulai generasi pertama pendiri perusahaan rokok sampurna, sampai generasi saat ini yang mengelola perusahaan ini. Masuk ke ruang lapis kedua, di sebelah kiri kita disuguhi dengan seperangkat alat cetak bungkus roko dan di sebelah kanan terdapat warung rokok dalam ukuran sebenarnya dan di sebelahnya ada motor jawa kuno berwarna merah. Nah, yang ada tepat di tengah adalah berbagai merk rokok produksi sampurna terutama sekali merk ji sam su dan A mild.
Naik ke lantai dua, langsung aku tercengang melihat puluhan perempuan perempuan trampil yang sedang melinting rokok merk ji sam su. Aku baru kali ini lihat pabrik rokok lho.. sayangnya tidak diperkenankan untuk mengambil foto.
Perempuan perempuan itu dalam bekerjanya dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah yang menangani urusan melinting rokok dimana tiap pekerja perempuan ini ditargetkan untuk dapat melinting 300 batang rokok dalam satu jamnya. Kelompok ke dua adalah pekerja perempuan yang bertugas mengunting ujung ujung dari rokok yang telah selesai dilinting. Pekerja ini ditargetkan untuk dapat menyelesaikan 400 batang rokok per jamnya. Kemudian kelompok pekerja terahir adalah yang membungkus rokok rokok itu dalam pak pak rokok, sebagaimana kita biasa lihat kalau membeli satu bungkus rokok. Seorang pekerja membungkus rokok rokok itu ditargetkan dapat menyelesaikan 200 bungkus per jamnya. Wah bukan main, tangan trampil begitu cepat bekerja seolah seperti robot robot saja.
Perusahan roko sampurna ini sekarang sahamnya 75% lebih sudah dikuasai oleh perusahaan Philip Morris yang mengeluarkan rokok dengan lebel marlboro.
Museum ini sungguh bernuansa lain, tidak lembab dan tidak kumuh seperti biasa ditemui di museum museum lain. Aku suka.





2 komentar:

  1. artikelnya keren gan...apabila ada kebutuhan armada open link : www.promoisuzusurabaya.com

    BalasHapus
  2. Are you paying more than $5 per pack of cigs? I buy my cigs over at Duty Free Depot and this saves me over 50%.

    BalasHapus