Senin, 18 April 2011

Ketika Istri Kena Demam Berdarah (DB) dan Diopname di Rumah Sakit Bogor Medical Centre (BMC)

Sebenarnya sakit panas istriku sudah terasa pada Jumat malam (08/04/2011) tapi karena dikira demam biasa jadi engga 'dirasa rasain' cuma dikasih obat penurun panas yang dibeli di warung sebelah rumah. Namun sampai hari Selasa kondisi demamnya tidak hilang hilang dimana kerasanya pada jam 6 atau 7 sore. Hari Rabu di klinik kantor diperiksa dan dinyatakan trombositnya 144 dan yang normal = 200, artinya istriku kena Demam Berdarah (DB) dan katanya dokter klinik pula: ada sedikit gejala typus.

Hari Kamis (14/04/2011) saya lagi di Bangkalan Madura dan sore itu, istriku demamnya tinggi, mual dan sakit kepala tidak seperti biasanya. Istriku diantar Yani yang masih saudara ke RS BMC di Jln Pajajaran Bogor. Aku dari Bangkalan Madura segera ke Bandara Juanda Surabaya untuk kembali ke Bogor.

Istriku diopname di RS BMC kamar 220. Hasil cek darah terahir memang trombositnya turun = 144 (nilai normal 150 - 450 pada satuan 1000/ul) dan typusnya skala 3 (typus skala 1-4 disebut gejala atau negatif sedangkan kalau sudah skala 5 - 10 itu sudah katagori positif typus). pemberian obat dan cairan lainnya dilakukan melalui infus.

Kamar perawatan istri berada di klas 2 atau setingkat lebih tinggi dari level terbawah yaitu klas 3. Di klas 2 ini, satu kamar diisi oleh 2 orang pasien. Sedangkan urut-urutannya dari paling top adalah: kamar suite, kamar VIP, kamar utama, klas 1, klas 2, dan terahir klas 3. Selama dirawat, 'visit' dokter hanya sekali per hari dengan jam yang tidak tentu, katanya disesuaikan dengan kesibukan dokternya di tempat lain (?). Mungkin kunjungan dokter ini akan berbeda yang tergantung dimana klas pasien itu berada. 'Ada barang ada harga' toch? Hal lain yang agak aneh dari suasana rumah sakit ini yaitu 'keramaiannya' /tidak sunyi, dimana kebanyakan pasien mengharapkan suasana tersebut. Bahkan disuatu siang sempat terdengar keras ada yang menyetel musik dangdut dari lantai 3, padahal kami berada di lantai 2. walah walah

Kunjungan dan doa dari teman, handai  taulan, dan keluarga banyak berandil dalam menumbuhkan sugesti istri saya untuk berkeinginan cepat sembuh. Hari Senin (18/04/2011) setelah dicek terahir oleh dr Erwin dan dinyatakan sudah sehat, pada pk 19.00 istriku sudah boleh pulang. Horeeee

Aku segera membereskan administrasinya dan di RS BMC ini, asuransi kesehatan (ASKES) PNS tidak berlaku, 'tidak apa-apa' yang penting sehat. Untuk lima hari empat malam, kami bayar Rp 5.750.000,- 

FO RS BMC Bogor

Perawatan Pasien Sakit Demam Berdarah (DB)
Di RS BMC Bogor

Teman-Teman Banyak yang Menjenguk
ke RS BMC di Bogor

Bosan di Dalam Kamar Aja
Nongkrong Di Teras Kamar RS BMC Bogor

1 komentar:

  1. syukur alhamdulillah ibu udah sehat kembali..

    ehm, tp seneng bisa liat kemesraan bapak dan ibu pada saat kami menjenguk ke RS hehehe.. meskipun ibu terlihat malu-malu (atau sedang menahan sakit kepala) ernyata Pak didi romantis juga yaa.. :D

    BalasHapus