Senin, 25 April 2011

Teri Nasi 'Medan' dari Bojonegoro Banten

Di tanah lapang hasil reklamasi di Bojonegoro Serang Banten atau tepatnya di desa Argawana, Kec Pulo ampel, Kab serang, Banten ada berderet deret tampan segi empat berisi teri yang sedang dijemur. Hal itu, membuat keingintahuan saya untuk mampir ketika melewatinya.
Aku temui Pak Rasmani dengan 6 (enam) anak buahnya dari sekian orang yang menjadi pengumpul ikan teri di wilayah desa tersebut. Sore itu, Pak Rasmani sedang sibuk mengangkuti jemuran ikan teri yang jumlahnya hampir 500 kg karena sore itu mendung sudah menggayut di langit atas.
Pak Rasmani mengumpulkan teri-teri dari nelayan dengan cara ‘jemput bola’ yang artinya, anak buah Pak rasmani ada yang pergi ke tengah laut untuk membeli teri langsung dari nelayan yang sedang menangkap teri di tengah laut. ‘Kalau tidak jemput beli seperti itu, kami tidak kebagian. Kalah cepat dibeli oleh pengumpul yang lain’: terang P Rasmani.
Usaha Pak Rasmani bisa membeli sekitar 1 ton teri basah dari 3 sampai 4 perahu nelayan dalam sehari. Artinya tiap perahu nelayan yang diawaki 5 – 10 orang itu dapat menangkap teri sekitar 250 kg per harinya. ‘Tapi itu terjadi pada waktu musim baik’ seperti bulan ini’ tambah Pak Ras. Kalau hari-hari lainnya kadang tiap perahu nelayan hanya dapat tangkapan teri sebanyak 10 kg saja per hari. Dalam satu tahun, bulan baik untuk menangkap teri hanya berlangsung 4 bulan saja. Dan para nelayan Bojonegoro ini menangkap teri hanya di sekitar perairan Banten, yaitu di sekitar Pulau Rida, Pulah Panjang dll.
Jenis teri yang ditangkap nelayan Bojonegoro, menurut sebutan mereka, terdiri dari jenis: jengki, jupuh, lemat, nasi dll. Teri nasi yang putih bersih dan berukuran agak kecil, disebutnya teri medan juga. He he he, aku baru tahu bahwa teri medan itu tidak mesti datangnya dari Medan. Teri yang bagus yang datangnya dari Serang Banten ini juga diberi nama teri medan. P Ras membeli teri teri itu, pukul rata Rp 15.000/kg. Dimana nanti setelah direbus pakai garam dan dijemur sampe kering, beratnya tinggal ¼ nya saja atau rendemen 4 atau dari 1 ton teri basah menjadi teri siap jual hanya menjadi 250 kg saja. Pak Rasmani menjual teri-teri itu dengan cara dipilah berdasarkan jenis dan mutunya. Untuk teri nasi yang standar ekspor artinya teri itu kering betul (bisa tahan 15 hari) dengan standar kebersihan tinggi dijual ke pengumpul berikutnya Rp 75.000 /kg. Untuk teri nasi untuk pasar lokal dimana tidak terlalu kering (hanya dapat bertahan maks 4 hari) dijual Rp 50.000/kg. Untuk jenis teri lemat dimana teri ini yang paling bawah kualitasnya, dijual hanya Rp 30.000 saja per kg-nya.
Ketika saya tanya tentang bagaimana caranya untuk mempertahankan kualitas teri itu? Jawab Pak Ras: yang penting menjemurnya harus benar benar sampe kering, jadi tidak perlu pakai broklak, blau, pemutih, formalin dll, seperti yang banyak diisukan. Ohh, kalau begitu tidak perlu takut untuk mengkonsumsi ikan teri yang sedap ini, ya toh?
 Tempat Pengumpul Teri
di Bojonegoro Banten

Menjemur Teri
di Bojonegoro Banten

Mensortir Teri Nasi
Teri Nasi 'Medan' Siap Jual
Rp 50.000/kg

2 komentar: