Minggu, 15 Mei 2011

Nikmatnya Ber-Harley Davidson

Ada perasaan lain (setara horni kali) ketika dapat ngegas Harley Davidson. Perasaan yang menyenangkan akibat tekanan dari stir yang lebar dan mantap dipegangan juga dari suara jantan yang dikeluarkan knalpot. Sensasi seperti itu yang aku cari setiap menunggang Harley. Bukan yang lain. Memang sah sah saja bagi sebagian penunggang Harley untuk ber ’show off’ yang lebih menonjolkan bahwa ‘bahwa aku nunggang Harley’, juga dengan berpakaian yang penuh pernak pernik Harley walau entah itu comfort apa enggak. Ya itulah seninya dari Harley dan pehobinya sekaligus. Karena Harley adalah seni dan menunggangnyapun adalah sebuah ekspresi jiwa seni.
Saya lebih menikmati dari cara menunggangnya daripada kepada cara berpakaiannya atau kegiatan sampingan lainnya semacam lebih banyak kongkownya daripada nunggang Harleynya. Saya setiap nunggang Harley berpakaian yang biasa saja yan penting dapat memberikan kenyamanan dan keamanan.
Memang dengan kondisi lalu lintas di sekitaran Jabadetabek, Sukabumi dan Bandung sampai Pangandaran (ini jalur favoritku nunggang Harley) yang macet dan semrawut tentu banyak mengurangi kenikmatan berkendara Harley, karena tidak dapat ngegas secara optimal.
Harley-ku adalah tipe Heritage Softail 2002 ber-cc 1350 yang didapat dari teman baik saya dan bukan motor bodong, adalah tipe yang menurutku cukup nyaman dikendarai. Handlingnya cukup mudah, bertenaga dan bodinya tidak sebesar tipe ultra sehingga dapat dengan mudah menembus kemacetan jalur Puncak Bogor-Cianjur dengan berjalan diantara dua jalur kanan kiri atau persis di tengah tengah jalur dengan tidak melanggar aturan berlalu lintas.
Saya dapatkan kenikmatan dengan menunggang Harley tetapi berusaha sopan- tidak menyusahkan pemakai jalan lainnya dengan cara mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Nikmatnya double kan?
Di Puncak bersama SPG
Mentaati Aturan Berlalu lintas
Simple aja
Menuju Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar