Sabtu, 02 Juli 2011

Kenapa Kota Bandung Dijuluki 'Kota Kembang' dan 'Parijs van Java' ?

Istilah kota kembang berasal dari peristiwa yang terjadi pada tahun 1896 saat Bestuur van de Vereninging van Suikerplanters (Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula) yang berkedudukan di Surabaya memilih Bandung sebagai tempat penyelenggaraan kongresnya yang pertama. Sebagai panitia kongres, Tuan Jacob mendapat masukan dari Meneer Schenk agar menyediakan ‘kembang-kembang’ berupa noni cantik Indo-Belanda dari wilayah perkebunan Pasirmalang untuk menghibur para pengusaha gula tersebut.
Setelah kongres, para tamu menyatakan sangat puas. Kongres dikatakan sukses besar. Dari mulut peserta kongres itu kemudian keluar istilah dalam bahasa Belanda De Bloem der Indische Bergsteden atau ‘bunganya’ kota pegunungan di Hindia Belanda. Kemudian dari situ muncul julukan kota Bandung sebagai kota kembang.
Selain dikenal sebagai kota kembang, Bandung dikenal juga sebagai Parijs van Java atau Parisnya Jawa. Mungkin mengira istilah itu muncul dari keindahan kota Bandung sama dengan keindahan kota Paris. Padahal bukan itu. Sebenarnya, istilah Parijs van Java muncul karena pada waktu itu di jalan Braga  terdapat banyak toko yang menjual barang-barang produksi Paris, terutama toko pakaian. Toko yang terkenal diantaranya adalah toko mode dan pakaian, Modemagazinj ‘au bon Marche’ yang menjual gaun wanita mode Paris. Ada juga restoran yang makanan khas Paris Maison Bogerijen yang menjadi tempat santap para pejabat dan pengusaha Hindia Belanda atau Eropa.  Dari situlah muncul julukan lain bagi kota Bandung sebagai Parijs van Java.
Ohh.... jadi tidak berhubungan langsung dengan bunga dan kota Paris sebenarnya toch? Pantas saja kota Bandung itu tidak berbunga-bunga dan tidak segemerlap kota Paris.
Pustaka:
Supriatin, Entin. 2006. Otobiografi Entin Supriatin, S.Pd. Deritapun Dapat Ditaklukan. Mitra Media Pustaka. Bandung. 203 hal

2 komentar: