Rabu, 03 Agustus 2011

Tutut atau Keong Sawah Rebus Teman Camilan Anak-Anak Bogor Setelah Buka Puasa

Tutut atau keong sawah atau juga kerang air tawar / Bellamya javanica yang dulunya banyak didapat di sawah-sawah tapi kini sudah sulit mendapatkannya di sawah karena pengaruh penggunaan pestisida dan obat-obatan dalam proses budidaya padi. Gantinya kini tutut dipelihara di kolam, contohnya ada di sekitaran Bogor. Tutut hidup pada perairan dangkal, dasar berlumpur dan airnya bening. Siang hari tutut ini bersembunyi di bawah lumpur sehingga susah dicari, dan pada malam hari, tutut ini keluar kemudian menempel di batang padi atau rerumputan lainnya. Biasanya para pencari keong tutut ini melakukannya pada pagi-pagi sekali. Di bulan puasa seperti saat ini, permintaan akan tutut meningkat tajam. Tutut menjadi camilan anak anak setelah buka puasa. Tapi jangan salah orang dewasa juga banyak yang menyukainya. Berbagai tulisan menjelaskan bahwa tutut ini memiliki kandungan Zinc dan zat besi serta mineral lainnya yang tinggi. yang jelas rendah lemak dan rendah kalori. sehingga tutut baik untuk pertumbuhan anak.
Tutut dapat dibeli pagi-pagi dalam keadaan mentah dan masih hidup di pojokan Pasar Bogor. Harga per kilogramnya Rp 4000. Cara masaknya sangat mudah namun memberikan rasa yang mengesankan di lidah. Sementara tutut dicuci bersih dengan air mengalir, kita siapkan tumis dari bahan jahe, bawang putih, bawang merah, kemiri dan cabai. Setelah selesai dua-duanya. Tutut direbus dengan api tidak terlalu besar tapi airnya dapat mendidih, kemudian masukkan tumis bumbu tadi bersama-sama daun sereh dan daun salam. Biarkan direbus kurang lebih ½ jam lamanya. Selesai hidangkan, pasti diserbu anak-anak, langsung disedot. Sedaaaap 

Tutut atau Keong Sawah Bellamya javanica
Semangkuk Tutut Rebus
Anak-anak membeli Rp 500/ plastik kecil
Anak-anak menyukai tutut rebus

1 komentar: