Minggu, 18 September 2011

Energi Kreatif Warga Bandung

Walaupun Bandung tidak sebersih dan serapih atau senyaman Kota Surabaya, Palembang, Manado, Semarang dan Yogyakarta, namun Bandung punya daya tarik lebih sehingga urbanisasi dan kunjungan wisata kesana masih membludag. Jangan heran kalau beberapa kecamatan yang ada di Bandung dinobatkan sebagai daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi di dunia, seperti daerah Kiaracondong, Cicadas, dan Bandung Kulon. Luar biasa.
Bandung menarik selain karena unsur keindahan panorama alam dan udara sejuk yang dimilikinya juga karena fashion, kuliner, kesenian, dan macam-macam jasa yang tumbuh berkembang dengan baik. Banyak teman yang dari Bogor dan Jakarta datang ke Bandung untuk memborong pakaian di factory-factory outlet yang menjamur di Bandung. Padahal kurang apa; butik, mall, trade centre yang menjual barang-barang fashion atau pakaian seperti itu, kan banyak juga di wilayah tempat tinggalnya. Banyak juga teman yang pada akhir pekan pergi ke Bandung, hanya sekedar untuk kuliner. Hanya sekedar untuk menyantap bakso ‘cuanci’, atau batagor, atau keripik ma icih.
Keripik ma icih adalah keripik biasa hanya perbedaannya keripik itu dikemas dalam tingkatan kepedasannya serta pemasarannya dikemas melalui internet. Sehingga menjadi bikin penasaran dan menarik untuk mencicipinya. Orang rela antri mengular untuk mendapatkan keripik ma icih atau juga untuk mendapatkan semangkok bakso cuanci. Hebat euy!
Saya menduga bahwa munculnya energi kreatif warga Bandung adalah karena tingkat kompetisi hidup yang tinggi antar warga sebagai akibat dari jumlah penduduknya yang tinggi itu. sehingga terus berusaha untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki sebagai life skill. Kreatifitas dan daya inovasi ini membuat mereka terus mengasah dan melatih diri sampai mencapai tahapan output yang bernilai tinggi baik dalam bentuk barang, jasa, dan karya seni budaya, melebihi capaian masyarakat daerah lainnya. Dan dari situ pulalah munculnya kebudayaan baru sebagai bentuk seseorang atau sekelompok orang untuk dapat survive dalam melakoni kehidupannya. Suparlan (1977) menyebutkan bahwa kebudayaan adalah suatu kumpulan pedoman atau pegangan yang kegunaan operasionalnya dalam hal manusia mengadaptasi diri dengan menghadapi lingkungan-lingkungan tertentu (fisik, alam, sosial) agar mereka dapat melangsungkan kehidupannya dengan cara memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dan hidup lebih baik lagi.
Bagaimana kalau Bandung itu bisa lebih ditata lagi untuk lebih bersih, rapih, dan nyaman? Kalau itu bisa dilakukan, wah Bandung yang sudah memiliki budaya tinggi dan alam yang mempesona, tentu warga Bandung walau berada ditengah kepadatan penduduk akan lebih sejahtera dan kebudayaannyapun akan berkembang lebih baik lagi.
Bandung yang Padat
Panorama Kawah Putih yang Mempesona
Perkebunan Sayuran di Bandung Selatan yang Hijau
Hotel di daerah Setiabudi yang Unik karena Mirip Kastil di Eropa
Mebeler yang Bernuansa Berani di salah satu Hotel di Pasteur
Budaya Kuliner yang Mengundang selera
Ragam Oleh-Oleh Bandung yang Menarik Wisatawan Domestik
Budaya kuliner yang tumbuh pesat. contohnya di Food Court Pasir Kaliki
Budaya Fashion yang tumbuh seperti menjamurnya Factory Outlet
Seni dipadu Bisnis menyatu dalam sebuah Factory Outlet
Toko Buku Discount di Jalan Supratman. Menarik
Budaya Sunda seperti Angklung Mang Ujo ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar