Minggu, 30 Oktober 2011

Akhirnya, Enam Negara Yang Tergabung Dalam Kerjasama Multilateral Kawasan Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle Initiative,CTI) Menyepakati Pembentukan Sekretariat Regional.

Coral Triangle Initiative - Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) adalah kerjasama multilateral kawasan segitiga karang dunia yang terdiri dari negara Indonesia, Malaysia, Timor Leste, Philipina, Papua New Guena, dan Kepulauan Solomon dalam rangka pengelolaan terumbu karang untuk perikanan dan ketahanan pangan.
Kawasan segitiga karang dunia tersebut memiliki luasan dan keragaman jenis karang tertinggi di dunia yang sangat berpotensi untuk pengembangan pariwisata, perikanan dan menyokong ketahanan pangan bagi negara-negara-nya. Luas segitiga karang 75.000 km2, terdiri dari 500 spesies terumbu karang, 3000 spesies ikan dan menjadi sumber penghidupan bagi 240 juta penduduk. memiliki potensi untuk pariwisata yang besar dan menjadi lokasi bagi perkembang-biakan tuna. Namun demikian, kawasan segitiga terumbu karang sangat rentan terhadap berbagai ancaman, baik berupa eksploitasi sumberdaya yang tidak ramah lingkungan, seperti: over fishing, destructive fishing, illegal fishing, pencemaran, dan fenomena perubahan iklim. Berangkat dari kondisi tersebut maka diperlukan adanya inisiatif untuk pelestarian terumbu karang di kawasan segitiga tersebut.
CTI-CFF ini mulai diinisiasi pada tahun 2009 melaui berbagai pertemuan bilateral. pertemuan dimulai dari level working group, Senior Official Meeting (SOM) sampai tingkat menteri (Ministerial Meeting/MM). Kalau dihitung selama dua tahun telah dilakukan 4 kali working group meetings, masing-masing 2-4 kali in country meeting, masing-masing 2 kali kunjungan regional sekretariat ke masing-masing negara, 7 kali senior official meeting dimana 2 kali yang dilaksanakan di Jakarta. SOM I berlangsung di Bali pada tanggal 7 Desember 2007, SOM2 di Manila 23 Oktober 2008, SOM3 di Port Moresby pada tanggal 9 Maret2009 yang ditindak lanjuti dengan 1st Ministerial Meeting pada tanggal 10-nya, SOM4 di Kinabalu tanggal 17 Oktober 2009, SOM5 di Honiara, Kep Solomon pada tanggal 17-18 Nopember 2009 yangdilanjutkankan dengan 2nd Ministerial Meeting pada tanggal 19-nya, SOM6 di Manado pada November 2010, SOM7 di Jakarta pada tanggal 27 Oktober 2011. Pada SOM7 ini dibahas:
·       Menyepakati dokumen legal pendirian Regional Sekretariat CTI-CFF,
·       Menerima laporan pelaksanaan CTI-CFF dan menyetujui roadmap pelaksanaan 2012-2013,
·       Menanda-tangani Joints Ministerial Statement, dan 
 .   Serah terima jabatan Chairman CTI-CFF Council of Ministers dari Indonesia ke Malaysia.
dalam pembahasan materi materi tersebut berlangsung sangat dinamis. perdebatan tidak saja terhadap masalah besar seperti porsi dan mekanisme pendanaan, namun juga terhadap poin lainnya seperti warna logo dan logo itu sendiri. pendapat yang keras kerap muncul terutama dari delegasi Philipina.  Namun akhirnya semua delegasi menyetuji draft tujuan pertemuan SOM7 tersebut yang kemudian dibawa dan ditandatangi oleh para menteri sebagai kesepakatan bersama pada tanggal 28 Oktober 2011, dan inilah kesuksesan dari Ministerial Meeting 3  (MM3).
Pada MM3 tanggal 28 Oktober 2011 di Jakarta, telah disepakati antara lain:
·       Pertama, disetujuinya dokumen hukum pendirian sekretariat regional permanen CTI-CFF;
·       Kedua, sekretariat regional permanen tersebut diberikan kewenangan yang lebih luas, sehingga akan memperkuat statusnya sebagai entitas hukum internasional (International Legal Entity);
·       Ketiga, adanya dukungan yang kuat baik dari negara donor, yaitu Amerika Serikat dan Australia dan juga dari mitra kerja seperti Asian Evelopment Bank (ADB),Global Environment Fasility (GEF), WWF, TNC, dan CI.
Dengan telah ditandatanganinya Joint Ministerial Statement maka akselerasi pelaksanaan Regional Plan of Action (RPoA) dan National Plan of Action (NPoA) di masing-masing negara yang berupa program-program aksi yang antara lain adalah mendorong para pemangku kepentingan untuk pengelolaan terumbu karang dan ketahanan pangan, agar dapat segera terlaksana.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Syarif Cicip Sutarjo memimpin sidang MM3
Enam Negara CTI mengikuti Ministerial Meeting (MM3) 28 Okt 2011 di Jakarta
Penandatanganan Joints Ministerial Meeting pada MM3, 28 Oktober 2011
Enam negara CTI-CFF siap mengelola kawasan segitiga terumbu karang
Peta kawasan segitiga karang (CTI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar