Minggu, 23 Oktober 2011

Pantai Kuta-Bali Yang Makin Cantik Saja. Contoh Kasus; Tujuan dan Manfaat Dari Reklamasi Pantai

Pantai Kuta sudah lama dikenal sebagai destinasi utama pariwisata Bali. Di wilayah ini juga indikasi pertumbuhan ekonominya yang paling tinggi dibanding wilayah lainnya di Bali. Kini kawasan Kuta sudah menjadi wilayah global dunia. Berbagai kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan wisata, telah tumbuh dan setara dengan kota-kota wisata dunia lainnya. Pertokoan internasional, restoran internasional, perhotelan jaringan internasional, dan lainnya, semuanya ada di kawasan ini.
Namun kondisi pantai Kutanya sendiri mengalami abrasi yang kuat apalagi setelah dibangunnya bangunan pemecah ombak di sekitar bandara Ngurah Rai. Dalam hukum keseimbangan tentu ada akresi, akan ada pula abrasi. Padahal Pantai Kuta ini adalah ikon-nya pariwisata Bali. Pariwisata Bali tidak akan secemerlang sekarang kalau tanpa Pantai Kuta. Sehingga dipandang perlu untuk dilakukan reklamasi/pengurugan terhadap pantai tersebut.
Pada akhir 2008 dengan dana bantuan dari Jepang, pantai Kuta telah dilakukan reklamasi dengan pasir putih yang disedot dari sekitaran laut Nusa Dua dan Nusa Penida. Kini Pantai Kuta terlihat jauh lebih cantik dibanding sebelum reklamasi. Kontur pantai pasir putihnya tidak lagi berkontur curam tetapi sudah melandai dari batas pasir putih di daratan ke arah lautnya. Kemudian juga sudah tidak ada air laut yang menjorok ke arah darat yang dulunya terkikis oleh abrasi. Kini pantai Kuta menjadi lebih nyaman lagi bagi para wisatawan untuk menikmatinya.
Reklamasi pantai itu sendiri adalah kegiatan di tepi pantai yang dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumberdaya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan, atau drainase (Permen PU 40/2007).
Reklamasi juga mengandung pengertian mengusahakan agar suatu lahan yang tidak atau kurang berguna menjadi berguna kembali atau lebih berguna. Reklamasi umumnya terjadi di wilayah rawa, pantai dan laut (Soe-hood, 2004).
Dalam UU.No 27 tahun 2007 khususnya pasal 34 menjelaskan bahwa reklamasi ini dapat dilakukan jika manfaat sosial dan ekonomi yang diperoleh lebih besar dari biaya sosial ekonominya.
Tujuan dan manfaat reklamasi pantai yaitu, tujuannya adalah menjadikan kawasan berair yang rusak atau tak berguna menjadi lebih baik dan bermanfaat. Kawasan baru tersebut, biasanya dimanfaatkan untuk kawasan pariwisata, permukiman, pertanian, perindustrian, bisnis, perkotaan, dan lainnya. Dalam teori perencanaan kota, reklamasi pantai merupakan salah satu pemekaran kota. Sedangkan manfaat reklamasi adalah dapat membantu kota dalam menyediakan lahan untuk berbagai keperluan pemekaran kota, penataan daerah pantai, pembangunan ekonomi, pengembangan wisata bahari, dan lainnya (Ditjen Sumberdaya Air-Kemen PU, 2011).
Pelaksanaan reklamasi pantai wajib menjaga dan memperhatikan beberapa hal, seperti keberlanjutan kehidupan dan penghidupan masyarakat; keseimbangan antara kepentingan pemanfaatan dan pelestarian lingkungan pesisir; serta persyaratan teknis pengambila, pengerukan dan penimbunan material (Ditjen Sumberdaya Air-Kemen PU, 2011).
Arah kebijakan pengamanan pantai dilaksanakan dengan urutan prioritas sebagai berikut:
1.   Penanganan abrasi pantai yang mengancam jiwa dan prasarana umum (bangunan bernilai sosial-budaya tinggi, pusat kegiatan masyarakat, jalan raya, dll),
  2.Pengamanan banjir di kawasan pantai (coastal flooding) akibat kondisi curah hujan tinggi dan drainase buruk yang dikomplikasi oleh aktivitas badai dan pasang surut laut serta kenaikan muka air laut dan akibat jangka panjang dari tekanan penduduk,
3.  Stabilitas muara sungai dan saluran drainase yang langsung ke laut untuk mendukung lalu lintas pelayaran dan pengendalian banjir,
4.  Menjaga kedaulatan NKRI.
5.  Mendukung revitalisasi pantai.
(Ditjen Sumberdaya Air-Kemen PU, 2011).     
Pantai Kuta tahun 1984
Pantai Kuta tahun 1985
Pantai Kuta tahun 1986
Pantai Kuta tahun 1987
Pantai Kuta tahun 2001
Pantai Kuta 2006. Sudah Mengalami Abrasi
Pantai Kuta 2009. Sesaat setelah direklamasi
Pantai Kuta 2010. ketika banyak mendapat kiriman sampah
Pantai Kuta Oktober 2011, sudah direklamsi dan sudah dibersihkan, makin cantik

2 komentar: