Senin, 17 Oktober 2011

Pengelolaan Air di DAS Cidanau Banten

Keberadaan DAS Cidanau sangat strategis bagi masyarakan dan kegiatan industri di Serang dan Kota Cilegon. DAS Cidanau merupakan pensuplai utama akan kebutuhan air di wilayah tersebut. Wilayah DAS Cidanau seluas 22.620 Ha yang berada di Kab Serang dan Kab Pandeglang. Dimana DAS ini dibatasi oleh Gunung Tukung Gede, Saragean, Gunung Pule, Gunung Karang, Gunung Sangkur, Gunung Aseupan, G Condong dan laut Selat Sunda. Secara umumkeadaan topografi DAS Cidanau berbentuk seperti cawan terbuka, dimana pada bagian tengahnya terhampar dataran (flat) yang begitu luas dengan dikelilingi oleh bukit-bukit curam. Menurut beberapa petugas Kementrian Kehutanan: DAS Cidanau adalah kaldera dari Gunung Berapi Purba. Kami memandang hamparan itu dari puncak G Tukung Gede di desa Luwuk, Kec Gunung Sari, Kab Serang. Dimana disini pula terdapat sebuah pos jaga.
Hal yang menarik adalah bagaimana mempertahankan fungsi DAS secara bersama-sama dengan para user air (industri) dan masyarakat di sekitaran DAS berada. Dari 22.620 Ha luasan DAS Cidanau, hanya 2500 Ha saja yang merupakan Hutan Cagar Alam, sedangkan sisanya adalah lahan milik masyarakat. Berarti kondisi tersebut merupakan tantangan: bagaimana dapat mempertahankan fungsi DAS pada lahan milik masyarakat. Idealnya sih adalah secara keseluruhan lahan DAS merupakan hutan lindung yang berbentuk hutan suaka atau hutan konservasi.
Setelah melalui waktu yang tidak sedikit, melalui serangkaian pertemuan, sosialisasi dll, lahirlah kesepakatan bersama dalam upaya pelestarian, penanganan dan pengelolaan Cagar Alam Rawa Danau dan konsep kelembagaan pengelola DAS Cidanau yang didasarkan kepada keterpaduan dan keberlanjutan pengelolaan (integrated and sustainable development). Lembaga pengelola bersama DAS Cidanau itu adalah Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC). Dimana anggota dari FKDC ini terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, LSM dan tentu masyarakat setempat itu sendiri. Bahkan unsur masyarakatnya inilah yang paling besar mendapat porsi suara.
Secara gamblangnya bagaimana pengelolaan DAS Cidanau ini dengan melibatkan peran masyarakatnya adalah melalui pemberian insentif kepada masyarakat yang memiliki lahan dengan minimal berisi 500 batang pohon keras diluar pohon albasia per hektarnya. Insentif ini sebesar Rp 1,7 juta/ha/th. Lahan yang sudah diberi insentif masih boleh dimanfaatkan untuk yang lain seperti tanaman tumppang sari dll, yang penting tidak mengganggu fungsi utama lahan di suatu DAS yaitu sebagai catchment area. Dana yang diberikan kepada masyarakat anggota FKDC adalah dari pihak user air DAS Cidanau yaitu PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) yang merupakan anak perusahaan PT Krakatau Steel. Air yang ditampung oleh pihak PT KTI akan disalurkan kepada pabrik pabrik yang berada di sekitar Cilegon dan sebagian Serang, juga dialirkan kepada perusahaan air minum setempat.
Saat ini sudah ada 10 kelompok sebagai anggota FKDC, dimana tiap kelompok terdiri dari 40 – 50 petani anggota. Struktur kepemilikan lahan oleh ppara petani tersebut adalah 0,3 – 05 Ha/KK.
Alasan kenapa tatacara pemungutan dan penyaluran dana dari user ke masyarakat dilakukan seperti itu? Karena belum ada aturan untuk pengelolaan restribusi atau apapun namanya bagi jasa lingkungan. Sudah ada payung hukumnya yaitu Undang-Undang no 7 tahun 2009 tentang Pengelolaan lingkungan Hidup, tetapi belum ada PP nya apalagi juknis dan juklaknya sebagai operasionalisasi dari undang-undang itu.
Nusantara ini banyak sekali jasa lingkungan yang dapat dipetik manfaat bagi masyarakat sekitarnya, contoh lainnya adalah penyelaman di taman terumbu karang laut (dive site) di berbagai daerah yang masih gratis. Bagaimana kalau dikelo seperti di DAS Cidanau, setuju?

 Hamparan Terbuka
di Tengah DAS Cidanau (22.600 ha)
Serang-Banten

Pak Harani
Salah Satu Anggota FKDC

Cagar Alam G Tukung Gede
seluas 2500ha dari 22.620 ha
luasan DAS Cidanau



4 komentar:

  1. BACAANNYA BAGUS, YG INI PATUT DITIRU OLEH GENERASI BANGSA LAINNYA, SALAM SUKSES SEMUA, DAN BUAT PEMILIK BLOG INI, YA.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas Adhys Jony atas atensinya. Sukses selalu buat anda

      Hapus
    2. Terima kasih Mas Adhys Jony atas atensinya. Sukses selalu buat anda

      Hapus
  2. Selamat siang Pak, apakah Bapak mempunyai kontak FKDC selaku forum yang memfasilitasi pembayaran jasa lingkungan ini? Trimakasih sebelumnya

    BalasHapus