Kamis, 06 Oktober 2011

Rencana Pemanfaatan Pulau Nipah

Pulau Nipah yang merupakan bagian dari administrasi Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi. Pulau ini dahulunya merupakan sepetak tanah saja dan hampir hilang tergerus abrasi. Melalui upaya reklamasi oleh Kementrian PU, kini luasan Pulau Nipah menjadi 60 hektar. Pulau Nipah sebagai salah satu dari 92 Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) memiliki nilai strategis karena pulau ini menjadi titik pangkal penentuan batas wilayah NKRI. Apabila terjadi Pulau Nipah ini hilang maka akan mempengaruhi batas-batas wilayah antara Indonesia dengan Singapura. Pulau Nipah memiliki nilai ekonomi karena pulau ini berada dalam alur pelayaran internasional yang tersibuk di dunia. Maka, sudah seyogyanyalah apabila Pulau Nipah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan bangsa dan negara.
Menurut Peraturan Pemerintah No: 62 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Terluar, disebutkan dalam pasal 5, bahwa Pemanfaatan PPKT hanya dapat dilakukan untuk:
a.   Pertahanan dan keamanan;
b.   Kesejahteraan masyarakat; dan/atau
c.   Pelestarian lingkungan
Pasal 7, lebih memperjelas lagi bahwa pemanfaatan PPKT untuk kesejahteraan masyarakat dalam bentuk:
a.   Usaha kelautan dan perikanan;
b.   Ekowisata bahari;
c.   Pendidikan dan penelitian;
d.   Pertanian subsisten;
e.   Penempatan sarana dan prasarana sosial ekonomi; dan/atau
f.    Industri jasa maritim
Trafik lalu lintas kapal yang melalui perairan Pulau Nipah adalah sebanyak 70.000 kapal/tahun atau 200 kapal/hari. Dimana 30% diantaranya adalah kapal tangker. Dan pertumbuhan trafik kapal tersebut diperkirakan sebesar 7,8%/tahun. Saat ini banyak kapal sebelum masuk pelabuhan Singapura harus ‘parkir’ terlebih dahulu untuk menunggu mendapat giliran masuk. Sudah selayaknyalah apabila peluang tersebut dapat ditangkap dengan menyediakan ‘anchorage area’ yang letaknya berada di perairan sekitar pulau Nipah. Dengan adanya ‘anchorage area’ atau tempat labuh sementara kapal-kapal tersebut akan membutuhkan keperluan logistik kapal tersebut diantaranya BBM, air bersih, makanan, dll. Berangkat dari situ, bagaimana kalau Pulau Nipah dan perairan sekitarnya dapat menangkap peluang ekonomi tersebut?
Hemat saya, Pulau Nipah dapat dimanfaatkan sebagai ‘oil storage’ dan perairan sekitarnya digunakan untuk ‘anchorage area’ kapal-kapal yang akan masuk ke pelabuhan Singapura. Aturannya sudah jelas tercantum dalam Peraturan Pemerintah dimaksud dan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif untuk masyarakat dan negara.
Masterplan Pemanfaatan Pulau Nipah
Rekaman Kesibukan Trafik Kapal di Sekitar Pulau Nipah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar