Minggu, 06 November 2011

Di Bogor, Kalau Mau Nyantap Tutut atau Keong Sawah Kuah Kuning Tidak Mesti Hanya Pada Bulan Puasa

Di Bogor, tutut atau keong sawah bumbu kuning memang marak dijual pada bulan puasa. Dimana tutut ini dijadikan makanan camilan setelah buka puasa dan itu-pun dilakukan oleh anak-anak. Harga tutut mentah di pasar Bogor pada bulan puasa kemarin dalam bentuk hidup, seharga Rp 4000/kg dan harga matangnya per plastik kecil Rp 500 saja.
Tutut atau keong sawah (Bellamnya javanica) kini telah dibudidayakan di kolam-kolam masyarakat di sekitaran Kab Bogor dan Kab Sukabumi. Di Kab Bogor banyak ditemui di wilayah Ciampea, Leuwiliang dan Cijeruk. Cara pembudidayaan tutut atau keong sawah ini tidak serumit memelihara ikan, hanya perlu airnya sedikit mengalir dan tidak perlu kedalaman yang tinggi. Umumnya tutut  dipelihara bersama-sama dengan jenis ikan lainnya. Saat ini harga tutut di tingkat petani berkisar antara Rp 1500 - Rp 2000 per kg-nya, sedangkan harga dipasaran sekitar  Rp 3000/kg. Hal tersebut sejalan dengan tingkat permintaan yang relatif rendah jika dibandingkan saat bulan puasa.
Pada saat bulan puasa, tutut bumbu kuning ini banyak dijajakan di sudut sudut perkampungan di Bogor, yang dijajakan satu meja dengan kolak dan makanan lainnya. Nah, kalau di luar bulan puasa, kita akan kesulitan mendapatkannya. Di Jakarta malah hanya akan didapatkan di restoran sunda klasifikasi besar saja. Tapi, tidak perlu khawatir kalau ada yang ngidam tutut, tutut kuah kuning mudah didapatkan di Kota Bogor. Tutut kuah kuning dapat ditemui di rumah makan ayam goreng  Aroma l di jalan Pahlawan, Kota Bogor atau tepatnya di sekitaran Empang, Bogor. Rumah makan kecil dan sederhana tapi padat pengunjung ini, buka mulai jam 5 sore dan satu jam kemudian, stock tutut kuah kuning sebanyak 200 kg akan ludes habis terjual dengan cepat! Di restoran ini, tutut dijual per mangkok bakso atau per porsi seharga Rp 5000.
Kalau pada saat bulan puasa yang menyantap tutut ini adalah umumnya anak-anak, berbeda dengan saat di luar puasa. Hampir semua pengunjung yang menyantap tutut kuah kuning yang gurih dan sedap adalah orang dewasa dan dijadikan makanan pembuka untuk menambah nafsu makan utama. Semacam escargot-nya bagi orang Prancis. Sungguh, memang saya rasakan sendiri tentang hal tersebut, mungkin karena aroma gurih serta sedikit pedas-nya itulah yang membuat nafsu makan berikutnya meningkat tajam. Tapi mesti rasional juga untuk menyantap tutut ini. Kalau saya disuruh menyantap tutut sebanyak satu porsi atau satu mangkok bakso penuh, terus terang saya tidak sanggup! Bukan karena apa-apa, tetapi kalau menyantap tutut sebanyak itu, saya khawatir morfologi bibir dan mulut saya bisa berubah banyak, karena harus menyedotnya satu persatu. Kalau kalap menyantapnya, lama-lama bisa tambah maju ke depan nih punya bibir dan mulutku ini. 
Tutut atau keong sawah kuah kuning yang gurih dan sedap
Pembeli tutut kuah kuning di RM Aroma l, ngantri
Menikmati semangkok tutut kuah kuning

Tidak ada komentar:

Posting Komentar