Sabtu, 19 November 2011

Kenapa Tambak Ikan di Desa-Desa Pesisir di Kecamatan Teluk Naga, Tangerang Hanya Untuk Wisata Pemancingan?

Tambak-tambak ikan yang ada di Desa Muara, Tanjung Pasir, Tanjung Burung, dan Lemo di kecamatan Teluk Naga, Tangerang yang luasannya sekitar 1200 ha, umumnya hanya digunakan untuk wisata mancing. Sebenarnya beberapa petambak sudah mencoba berkali-kali untuk membudidayakan udang tetapi selalu saja mengalami kegagalan panen. Kalaupun ada yang membudidayakan ikan, terbatas hanya jenis ikan bandeng. Di kecamatan Teluk Naga, budidaya bandeng yang dimaksud terdiri dari dua katagori, yaitu pertama; untuk pendederan dan kedua; untuk pembesaran. Pendederan adalah penaburan benih bandeng ukuran batang korek api kemudian dipanen seukuran 5 – 7 cm yang diperuntukkan sebagai ikan umpan, sedangkan katagori kedua, penaburan benih seukuran batang korek api dan dipanen setelah 4 bulan masa pemeliharaan seukuran 300 gram yang dijual sebagai ikan konsumsi. Kenapa tambak di Kecamatan Teluk Naga kurang bagus untuk budidaya udang karena dari beberapa hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air di pesisir Kecamatan Teluk Naga ini sudah tercemar berat oleh kegiatan industri yang berada di sekeliling wilayah tersebut, seperti dari kawasan industri dan pemukiman di Balaraja, Tigaraksa, dan Cikupa. Kualitas air tidak memenuhi persyaratan untuk budidaya udang karena untuk budidaya udang membutuhkan kualitas air yang relatif baik. Selain itu, pesisir Teluk Naga juga kerap kali dilimbas banjir dan rob dari pasang air laut, sehingga bisa menyapu ikan dan udang yang berada di tambak-tambak.
Kendala lainnya lagi adalah masalah infrastruktur yang kurang memadai seperti jalan. Contoh jalan yang tersedia dan satu-satunya menuju desa Muara dan pertambakannya adalah jalan inpeksi pipa BBM milik Pertamina selebar 3 meter, yang hanya dapat dilalui satu arah oleh kendaraan kecil saja. Kendaraan jenis truk yang membawa benih, pupuk dan lainnya tentu tidak dapat melewatinya.
Dari kondisi tersebut maka pengembangan pertambakan udang disana kurang memungkinkan sehingga masyarakat pemilik lebih memilih pertambakannya untuk dijadikan sebagai tempat wisata pemancingan saja. Ikan yang ada di tambaknya-pun hanya dari jenis bandeng dan mujair. Ikan mujair tidak dimasukkan secara khusus ke tambak oleh pemilik tambak tetapi masuk tambak secara alami saja. Sistem pemancingan disini adalah jumlah ikan yang didapat pemancing dibayar oleh pemacingnya sebesar Rp 25 ribu/kg, soal lama sebentarnya memancing diserahkan ke pemancing sesukanya. Asal ikan yang didapat –dibayar-.
Jalan sempit milik Pertamina dan satu-satunya akses ke Desa Muara
Seorang pemancing sedang beraksi di pertambakan Desa Muara
Warga untuk mendapatkan air laut yang bersih harus memasang pipa ratusan meter
Pondok pemancingan di Desa Muara, Teluk Naga milik Haji Hasan
Nikmatnya memancing bandeng di pondok ini
Kalau saya disini di pondok pemancingan, bisa tidur bukan mancing
Sore menjelang malam, saatnya beranjak dari mancing bandeng

Menikmati hasil mancing hari ini.. di pondok di atas kolam tambak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar