Sabtu, 31 Desember 2011

Nikmatnya Sate Klatak di Bantul, Jogja


Sate klatak banyak dijajakan di Bantul pada ruas Jogja-Parangtritis. Sate klatak adalah sate kambing yang membedakannya adalah ukuran potongannya lebih besar dan tusuk sate/sujen-nya menggunakan logam jari-jari sepeda bukan dari bambu pada umumnya sate. Potongan daging kambingnya seukuran ½ ibu jari orang dewasa dan dalam satu tusukan jari-jari sepeda ada sekitar 6-7 potongan daging yang menempati setengah panjang jari-jari sepeda. Jadi ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran sate kambing biasa.
Kami mengunjungi salah satu rumah makan yang khusus menyediakan sate klatak yaitu rumah makan sate klatak ‘Pak Pong’ di Jalan Imogiri Timur persis sebelahnya Stadion Sultan Agung di Bantul. Jarak dari Kota Jogja sekitar 10 km. Tidak jauh memang. Kami datang tidak bisa langsung dapat tempat duduk karena yang sudah duluan ngantri sudah banyak. Wah, kalau pengunjungnya banyak seperti ini, saya dapat menduga bahwa; rasa, besaran ukuran menu, dan harganya pasti menarik. Karena untuk konsumen kita umumnya, hal-hal itulah yang menjadi pertimbangan utama ketika mau datang ke sebuah restoran atau rumah makan.
Ketika kami nikmati sate klatak Pak Pong ini langsung kami angkat jempol, enaknya enak sekali. Walaupun ukuran potongan dagingnya besar namun seluruh daging itu matang, tidak gosong, dan wangi khas daging kambingnya sangat menggoda selera. Bumbu yang disediakan hanya bumbu kecap biasa saja. Dan saya pikir bumbu itulah yang tepat, karena dengan begitu rasa dan aroma sate kambingnya benar-benar original. Kalau memakai bumbu kacang malah yang muncul kuat adalah rasa bumbunya yang mengalahkan rasa dan aroma dari daging kambingnya itu sendiri.
Untuk ukuran saya, menyantap seporsi sate klatak Pak Pong ini –sudah cukup-. Satu porsi itu terdiri dari 2 tusukan. Walaupun hasrat untuk menyantap lebih dari satu porsi itu sangat kuat karena rasa nikmat dari sate klatak ini namun kalau diikuti, kolesterol saya bisa meningkat tajam.
Di sate klatak Pak Pong ini, selain menghidangkan sate juga tersedia tongseng, tengkleng, rawon, dan sop kepala. Semuanya serba nikmat karena semua masakan dimasak dengan menggunakan kayu bakar. Menggunakan kayu bakar tentu akan lebih memberi aroma sedap kepada masakan dibandingkan dengan menggunakan minyak tanah atau gas.
Harga seporsi sate klatak yang terdiri dari 2 tusukan =Rp 10rb, begitu juga dengan tengkleng yang sedap itu. Kalau tongseng, harga seporsinya Rp 12rb.
Sungguh saya berjanji kalau nanti ke Jogja lagi, saya akan ajak keluarga saya untuk menikmati sate klatak Pak Pong ini. Ngangeni.... 
Sate Klatak atau Sate Kambing yang Tusuknya dari Jari-Jari Sepeda Motor
Tengkleng-nya Sedap dan Gurih
Kenikmatan Bertambah Dengan Teh Manis Gula Batu dan Teko Jadul
Masakan Tambah Beraroma karena Dimasak Pakai Kayu Bakar
Nikmatnya Sate Klatak Pak Pong di Bantul

2 komentar:

  1. kayaknya sate klatak pak pong ini enak ya, duh, jdi pengen e mas ....hehehe

    semoga suatu saat ada kesempatan untuk ke jogja lagi deh :) amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitu juga dengan penulis. Setiap ke jogja untuk menyempatkan makan siang atau makan malam di sate klatak ini.

      Hapus