Sabtu, 31 Desember 2011

Pantai Parangtritis di Jogja yang Mempesona

Pantai Parangtritis yang jarak-nya 27 km dari Kota Jogja, berada di desa Parangtritis Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul, DIY, merupakan salah satu tempat wisata yang terkenal di Jogja. Jalan menuju pantai ini cukup mulus hanya saja kurang lebar sehingga pada beberapa titik sering mengalami ketersendatan terutama pada masa liburan.
Pantai Parangtritis termasuk kepada tipe pantai berpasir dan berkontur landai. Sebagaimana umumnya tipe pantai seperti ini dan walaupun tidak berpasir putih tetapi berpasir hitam, tipe pantai seperti ini memang bagus untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Beberapa pantai yang termasuk tipe pantai berpasir dan landai adalah : Kuta di Bali, Pangandaran di Ciamis, Pelabuhan Ratu di Sukabumi, dan lainnya.
Selain keindahannya yang menarik, Pantai Parangtritis oleh sebagian masyarakat Jogja dianggap memiliki kekuatan mistik tertentu sehingga beberapa warga tersebut sering memberikan penghormatan lebih kepada tempat ini. Pantai Parangtritis, Kraton Kesultanan Jogja, dan Gunung Merapi adalah kekuatan Trimurti  yang menyeimbangkan alam ini. Pantai Parangtritis dengan Laut Selatan-nya dipercayai sebagai tempat penguasa Nyi Roro Kidul berada. Dan Nyi Roro Kidul memiliki hubungan dengan Kesultanan Jogja. Bahkan bagi beberapa warga yang mempercayainya, kejadian yang kerap terjadi  tentang terseretnya yang menewaskan beberapa wisatawan oleh Laut Selatan adalah sebagai‘ulah‘ Nyi Roro Kidul. Padahal secara ilmiah hal itu terjadi sebagai akibat penomena ‘arus laut’  yaitu arus yang bergerak cepat menuju pantai dan kembali lagi secara cepat pula dengan membawa apa yang menghalanginya seperti wisatawan yang sedang berenang itu. Arus laut (sea current) sendiri adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lainnya baik secara vertikal maupun horizontal dan terjadi secara terus menerus untuk menuju keseimbangan. Berbeda dengan pengertian gelombang dimana gelombang  atau ombak adalah pergerakan naik turunnya air dengan arah tegak lurus permukaaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Jadi pada gelombang atau ombak tidak ada pegerakan massa air. Untuk supaya tidak terjadi bala bencana, maka sebagian masyarakat setempat pada setiap malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon serta puncaknya  pada setiap tanggal 1 Syuro dalam penanggalan Jawa, di tempat ini pihak Kraton Jogja melakukan labuhan ke laut dengan memberikan sesaji berupa bermacam kembang dan panganan ke penguasa Laut selatan ini.
Di sekitaran Pantai Parangtritis juga ada beberapa makam yang dikeramatkan, sehingga wisatawan yang datang ke Parangtritis tidak hanya untuk menikmati pemandangan pantai dan laut-nya namun banyak juga yang datang untuk berziarah dan bersemedi. Makam-makam yang sering diziarahi yang ada di sekitaran Parangtritis, diantaranya: Makam Syech Maulana Magribi, Makam Syech Bela-Belu, Makam Ki Ageng Selohening.
Dalam Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, tempat seperti Pantai Parangtritis ini yang acap digunakan untuk kegiatan ritual adat masyarakatnya, dapat dimasukkan ke dalam Kawasan Strategis Nasional Tertentu, atau Kawasan Strategis Provinsi, atau Kab/Kota tergantung dari skala kepentingannya. Hal ini dilakukan untuk lebih mempetegas akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan Parangtritis.
Dari sudut keindahan alamnya sendiri, Pantai Parangtritis adalah salah satu tempat wisata utama di Jogja. Walaupun pasirnya pasir hitam tetapi karena udara yang segar, kelapangan mata memandang, pesona laut dengan irama gelombang-nya, kemudahan akses untuk mencapai tempat ini, dan budaya penduduk sekitar yang melumer menjadi kesatuan daya tarik wisata, serta jangan dilupakan juga harga tiket yang murah, itu adalah pertimbangan para wisatawan untuk datang berkunjung ke Pantai Parangtritis, terutama sekali wisatawan domestik. Tiket masuk kawasan ini  per orang hanya Rp 3 rb ditambah Rp 250 untuk asuransi kecelakaan.
Daya tarik wisata pantai di Parangtritis sudah tidak disangsikan lagi, tentunya apabila ingin meningkatkan ‘status’ wisata disini, kiranya perlu ada pembenahan terhadap infrastrurtur penunjangnya serta penataan ruang di kawasan itu. Beberapa hal yang perlu dibenahi adalah:
1. Pelebaran jalan akses menuju kawasan pantai,
2. Penanaman pohon di sekitar pantai terutama yang berbatasan dengan pemukiman atau warung-warung
3. Pengatura perparkiran dimana sekarang seolah boleh parkir dimana saja. Bus besar banyak yang parkir di pinggir jalan atau di depannya persis penginapan. Perparkiran di kawasan wisata yang sudah bagus diterapkan adalah di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu di Bandung.
4. Banyak kios, lapak, rumah makan, penginapan, perumahan  yang sepertinya asal bangun tanpa mempertimbangkan aspek estetika sehingga menimbulkan kesan kekumuhan,
5. Melengkapi sarana keselamatan pengunjung pantai yang dirasakan masih sangat minim sekali.
Hal-hal tersebut di atas masih sangat dimungkinkan untuk dilakukan di kawasan wisata Pantai Parangtritis ini, dimana sarana dan lahan masih tersedia banyak. Kalau Pantai Parangtritis ini nyaman tentu akan lebih banyak lagi menyedot wisatawan dan jalan kemakmuran masyarakatnya dapat diretas.
Pesona Pantai Parangtritis
Senja di Pantai Parangtritis nan Indah
Menikmati Pantai Dengan Jip
Bisa Juga Menikmati Pantai Dengan Delman

1 komentar: