Rabu, 28 Maret 2012

Pengalaman Masuk Toko Obat di Kota Shenzhen, China

Saya bersama istri ikut paket tour henzhen di China dari salah satu agen tour ternama di Jakarta. Bersama rombongan kami, ikut serta Prof Sarlito Wirawan, seorang psikolog dari Universitas Indonesia bersama cucunya. Sepanjang perjalanan tour, kami berdiskusi banyak tentang berbagai hal yang utamanya tentang psikologi massa terkait demo, anarkhi, amok massa, dan perpolitikan nasional dipandang dari sudut psikologi. Lumayan dapat kuliah gratis. Ada satu keluarga lain yang ikut serta di rombongan kami, yaitu keluarga Bapak Ateng Budiman, penampung cengkeh dan kopi di Rangkasbitung. Pak Ateng berangkat bersama keluarga besarnya bersepuluh termasuk dengan kokong popong-nya (kakek nenek-nya).
Salah satu objek tur kami adalah mengunjungi toko obat Bao Shu Tang di Jalan Tai Ran no 80, Luohu, Shenzhen. Sebenarnya bukan toko obat seperti umumnya yang ada di negara kita. Tetapi ini lebih kepada tempat praktek seorang penjual obat-obatan China.
Kita bersama masuk toko obat dimaksud yang disambut oleh para pegawai toko tersebut. Setelah kami berderet rapih di depan pintu besar, keluarlah yang dikenalkan oleh salah satu pegawainya sebagai Profesor Dokter dari balik piuntu besar tadi mirip seorang artis keluar dari tirai panggung dan sang pegawai mengajak untuk memberikan tepuk tangan kepada Profesor tersebut. Kami beri tepuk tangan seperti apa yang diminta tadi.
Profesor tersebut memperkenalkan diri dan mengaku bahwa dia adalah warga Tanjung Priok Jakarta yang pada tahun 1960-an dapat beasiswa untuk belajar kedokteran di Universitas Beijing (dahulu dikenal dengan nama Peking). Setelah selesai pada tahun 1970 dan ingin kembali ke Indonesia, ternyata tidak diijinkan oleh pemerintah Indonesia pada waktu itu. Karena ditakutkan terbawa oleh ideologi komunis. Dia bercerita sambil menunjukkan paspor Indonesia yang berwarna hijau dan sudah lecek. Dari cerita itu saja, sedikit banyak sudah mengundang simpati.  Kemudian, Profesor ini menerangkan tentang organ utama tubuh manusia, yaitu: ginjal, hati, jantung, paru, dan pangkreas. Apabila ada masalah di ginjal akan berakibat domino terhadap organ lainnya. Karena ginjal bermasalah bisa menyebabkan sakit jantung, diabetes, kolesterol, dan lainnya. Sang Profesor berulang-ulang menerangkan bahwa penyakit diabetes adalah bukan penyakit genetis dan itu dapat diobati. Profesor ini menerangkan tentang diabetes ini berkaitan dengan obat yang akan ditawarkannya. Kemudian Profesor ini menerangkan bahan-bahan yang dipakai sebagai ramuan obatnya, yaitu diantaranya adalah: ginseng, jamur, dan ‘tungtung’ (tung chun chau) . Saya baru denger juga tentang ‘tungtung’ ini. Tuntung adalah suatu tumbuhan berupa akar dimana pada musim semi dari akar akan berubah bentuk menjadi semacam ulat kecil. Secara visual bentuk dan ukurannya hampir mirip toge.  Tungtung ini hanya dapat hidup di salah satu pegunungan di Tibet dengan ketinggian tertentu. Harga satu pak seukuran dua bungkus rokok kretek setara Rp 24 juta (???).
Setelah selesai menerangkan beberapa hal tersebut yang lamanya sekitar 30 menit, kemudian Profesor menyerahkan estapet acara lanjutnya kepada asistennya. Dan sebelum Profesor ini beranjak, dia bilang: Silahkan konsultasi tentang apa saja yang menyangkut kesehatan dengan asistennya secara gratis. Penting dicatat nih –gratis-.  Setelah itu tiap keluarga, seperti aku dan istri, diajak ke ruang konsultasi. Kami berkonsultasi kepada asisten Profesor dimaksud yang ditemani seorang penerjemah. Kemudian telapak tangan kami minta dibuka. Sambil dipegangnya, dia bertanya: Apa yang menjadi keluhan kesehatan saudara? Dalam hati saya bertanya-tanya, apa artinya telapak tangan dibuka tetapi bertanya tentang keluhan sakitnya apa.
Lalu saya jawab dengan menyebut salah satu penyakit. Kemudian Pak Asisten ini menerangkan secara panjang lebar tentang penyakit tersebut, yang sebenarnya pengetahuan tentang penyakit itu sudah secara umum banyak yang mengetahuinya. Kemudian, dia bilang bahwa penyakit tersebut ada obatnya yang sangat manjur di toko ini. Terus berkali-kali bertanya: mau engga beli obatnya?
Saya jawab: Boleh lihat barangnya dulu?
Sang penerjemah bergegas mengambilkan obat dimaksud. Begitu datang, obat itu telah dikemas dalam box-box kecil yang terdiri dari 12 box. Satu box dipakai untuk satu bulan. Atau artinya satu paket ini untuk satu tahun. Sang asisten menerangkan lagi tentang khasiat obat tersebut. Dia bilang ini harus dibeli semua untuk pengobatannya karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan secara cepat.
Karena terus menerus menawarkan obat tersebut, lalu saya bertanya: berapa harga satu paket ini?
Jawabnya: 30.000 RMB atau yuang (RMB = Yuan, 1 RMB = Rp 1500).
Saya berhitung sendiri, ternyata kalau dirupiahkan, nilai itu setara Rp 45 juta. Waw, ini mah bukan sembuh malah jadi sakit karena nilainya besar sekali. Kami tidak punya uang sebanyak itu. Mereka terus mendesak dengan berbagai cara, agar kami membelinya. Setelah mereka sadar bahwa kami tidak bergeming untuk membelinya. Lalu mereka menunjukkan pintu keluar. Artinya kami dipersilahkan untuk meninggalkan ruangan konsultasi.
Saya dan istri langsung ke dalam bis dan ternyata Prof Sarlito sudah ada di dalam bis ini. Pak Sarlito bertanya kepada kami: beli tidak obatnya?
Jawab kami: tidak
Lalu Pak Sarlito bercerita kejadian sewaktu di dalam ruang konsultasi tadi yang intinya hampir sama dengan kejadian yang kami alami. Waktu konsultasi, Pak Sarlito bertanya kepada asisten profesor yang di tempat konsultasinya: Apakah saudara dapat menerangkan secara scientifik bahan dan manfaat dari obat ini?
Atas petanyaan simple Prof Sarlito, sang asisten gelagapan menjawabnya dan tidak dapat menjawabnya secara jujur. Setelah itu Pak Sarlito pamit untuk tidak meneruskan konsultasinya. Pak Sarlito lanjut menegaskan bahwa cara penjualan obat semacam itu bisa dikatagorikan ‘pemaksaan’. Sambil bercanda, Pak Sarlito menambahkan: Ngajak konsultasi kok kepada Profesor beneran. Yang diikuti tertawa berderai bersama.
Lain ceritanya dengan keluaga besar Bapak Ateng Budiman, karena beliau-beliau percaya akan pengobatan China. Pak Ateng membeli obat-obatan disini sampai senilai Rp 50 juta.
Obat bisa berkhasiat bagi yang mempercayainya.
(Shenzhen, 23 Maret 2012)
Tampak Muka Toko Obat di Shenzhen
Ruang Tunggu Toko Obat di Shenzhen
Harga satu botol obat ini =2500 RMB atau Rp 3,75 juta

3 komentar:

  1. Apakah Anda ingin membeli ginjal atau Anda ingin menjual Anda
    ginjal? Apakah Anda
    mencari kesempatan untuk menjual ginjal untuk uang
    karena istirahat keuangan turun dan Anda tidak tahu apa yang harus
    lakukan, kemudian hubungi kami hari ini dan kami akan menawarkan baik
    jumlah uang untuk ginjal Anda. Nama saya adalah Dokter DAGAMA,
    am a
    Nephrologist di PREMIER INTERNATIONAL Medicaid. Klinik kami
    khusus dalam Bedah Ginjal dan kami juga menangani
    pembelian
    dan transplantasi ginjal dengan ruang tamu
    sesuai donor.
    Kami terletak di India, Turki, Nigeria, Amerika Serikat, Malaysia.
    Jika Anda tertarik untuk menjual atau membeli ginjal jangan
    ragu untuk menghubungi kami melalui email.
    Email: premiermedicaidinternational@yandex.com

    Best Regards
    Dr DAGAMA.

    BalasHapus
  2. Apakah Anda ingin membeli ginjal atau Anda ingin menjual Anda
    ginjal? Apakah kau
    mencari kesempatan untuk menjual ginjal Anda untuk uang
    karena istirahat keuangan turun dan Anda tidak tahu apa yang harus
    lakukan, kemudian hubungi kami hari ini dan kami akan menawarkan baik
    jumlah uang untuk Ginjal Anda. Nama saya adalah Dokter DAGAMA,
    am a
    Nephrologist di PREMIER INTERNATIONAL Medicaid. Klinik kami
    khusus dalam Bedah Ginjal dan kami juga menangani
    pembelian
    dan transplantasi ginjal dengan sebuah hidup
    donor yang sesuai.
    Kami terletak di India, Turki, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Malaysia.
    Jika Anda tertarik untuk menjual atau membeli ginjal jangan
    ragu untuk menghubungi kami melalui email.
    Email: premiermedicaidinternational@yandex.com

    Salam Hormat
    Dr DAGAMA.

    BalasHapus
  3. tersedia obat penenang gan klik aja link http://sofievaldimex.blogspot.co.id/ melayani dengan setulus hati gan atau invite aja pin 2AE408B makasih ya gan ..

    BalasHapus