Minggu, 11 Maret 2012

Segarnya Sayur Asem Purwakalih di Jalan Batutulis Bogor


Terlepas dari segala kekurangannya, sebenarnya Bogor (baik kota maupun kabupaten) memiliki daya tarik pariwisata yang luar biasa. Segudang beragam jenis wisata ada tersedia di Bogor, sebut saja mulai dari taman rekreasi  umum seperti; kolam renang, taman safari, berbagai bioskop, sampai wisata ilmiah, seperti; kebun raya, museum zoologi, pendidikan dan lainnya. Jangan lupa juga, Bogor itu dikenal sebagai tempat wisata belanja terutama aneka tas dan tujuan untuk wisata kuliner. Wisata yang disebut terahir ini banyak menarik warga Jakarta untuk berkunjung ke Bogor. Kuliner Bogor memiliki mulai strata kaki lima sampai restoran kelas tinggi, semua ada di Bogor.
Salah satu kuliner yang ingin saya ceritakan adalah sayur asem Purwakalih. Rumah makan Sayur Asem Purwakalih berada di Jalan Batutulis di dekat Istana Bung Karno atau di dekat situs Prasasti Batutulis, namun bagi orang Bogor lebih mengenalnya dengan sebutan Sayur Asem Embah Dalem karena letaknya persis berada di seberang makam keramat Embah Dalam. Warungnya sederhana saja tetapi pengunjungnya membludag terutama pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya. Yang datang-pun tidak hanya orang Bogor sendiri tetapi malah kebanyakan dari orang-orang Jakarta. Dan banyak diantaranya yang sengaja datang ke Bogor hanya untuk mengecap sayur asem Purwakalih ini. Dan perlu diketahui yang datang itu kebanyakan dari masyarakat keturunan Tionghoa, artinya kalau yang datang adalah para penyuka kuliner seperti mereka berarti sudah ada jaminan bahwa masakan di Purwakalih ini sesuai dengan selera.
Rumah makan Sayur Asem Purwakalih ini sudah ada sejak tahun 1980-an dan kini dikelola oleh generasi ke tiga. Resepnya dari dulu sampai saat ini tidak pernah berubah tetap otentik sama seperti sewaktu kakek Bu Fadilah (yang sekarang menjalankan usaha ini) yang berjualannya. Sayur asem yang merupakan kuliner warisan dari nenek moyang orang Sunda dan Jawa Tengah ini dibuat dari bahan-bahan sederhana, dimana bahan-bahan itu dapat ditemui dengan mudah. Setelah mengalami perkembangan karena faktor waktu, sayur asem di tanah sunda lebih berkembang dibanding dengan di Jawa Tengah, mungkin karena orang sunda lebih menyukai sayuran yang mentah sekalipun seperti lalapan. Sayur asem Jawa Tengah lebih berasa manis dan kadang menambahkan dengan tetelan daging, tetapi sayur asem Sunda rasanya tidak terlalu manis dengan kesegaran dari karakter buah asem terasa lebih kuat dan lagi untuk sayur asem Jawa Barat sama sekali tidak pernah menggunakan tetelan daging.
Sayur asem Purwakalih menggunakan bahan-bahan biasa seperti halnya resep sayur asem orang lain. Bahan-bahan tersebut adalah; kacang panjang, kacang tanah, jagung muda, labu siam, daun melinjo, melinjo, lengkuas, bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai merah, sedikit gula, garam, dan buah asem. Yang membedakan sayur asem Purwakalih dengan yang lainnya adalah porsi dari bahan-bahan tadi. Sayur asem Purwakalih yang seharga Rp 5000 per mangkok memiliki rasa yang tidak terlalu manis tetapi kuat di rasa segar asemnya. Jadi rasa yang timbul adalah manis, pedas, dan segar dari asem yang pas di lidah orang kebanyakan. Selain itu Rumah Makan Sayur Asem Purwakalih ini sangat ideal dari sudut pandang atribut suatu produk, yaitu; akses mendapatkannya mudah, harganya rasional, kualitas rasa sesuai selera, dan ukurannya pas dengan perut. Hal-hal itulah yang menjadi pertimbangan sehingga menjadi ramai diburu oleh para penikmat kuliner.
Sayur Asem Purwakalih di Jalan Batutulis Bogor
Warung Makannya Sederhana Tetapi Rasa Sayur Asemnya, Mantap
Suasana Dalam Ruangannya
Ini dia, Sayur Asem Purwakalih, Segar.......


Tidak ada komentar:

Posting Komentar