Rabu, 28 Maret 2012

Wisata di Kota Shenzhen, China

Seperti halnya kota-kota dunia lainnya, Shenzhen-pun diarahkan sebagai daerah tujuan wisata, dimana infrastruktur yang mendukung kegiatan itu telah dipersiapkan dengan matang, terencana, dan terkoordinir dengan baik. Infrastruktur berupa jalan menuju objek wisata, moda transportasinya, dan tentu dipersiapkan dengan baik dari objek wisatanya itu sendiri. Pedestrian dan jalan raya di Shenzhen sungguh lebar-lebar, dan sangat memanjakan para pemakainya. Tidak ada kemacetan sama sekali karena sebagian besar masyarakat menggunakan transportasi umum untuk aktifitas sehari-harinya serta masyarakat hampir seluruhnya bekerja tidak terlihat para pengangguran di jalanan yang nongkrong-nongkrong apalagi menjadi penngemis atau pengamen. Selain itu di setiap sudut kota, dipinggir-pinggir jalan, semuanya ditumbuhi aneka pepohonan yang memberikan nuansa hijau dan alami.
Secara umum objek wisata yang umum dikunjungi adalah berkaitan dengan tujuan wisata itu sendiri. Ada wisata alam, wisata budaya, wisata spiritual, wisata belanja, wisata kuliner, dan wisata minat khusus. Di Shenzhen, semua jenis wisata yang disebutkan tadi dapat ditemui dimana-mana, namun untuk wisata kuliner, agak susah mendapatkannya. Di Shenzhen tidak ada kaki lima dan tidak ada warung-warung atau cafe yang berterbaran dimana-mana seperti di Jakarta atau Bangkok. Tempat makan di Shenzhen terbatas di mall atau di perhotelan. Tentu sudah dapat menduga baik terhadap rasa, penampilan, dan harga dari makanan itu. Berbeda kalau ada kaki lima, dimana di kaki lima biasanya rasanya oke banget dan dengan harga yang terjangkau. Wisata berkaitan dengan makanan dan obat-obatan yang juga banyak terdapat di Shenzhen adalah wisata teh, kebun leci, dan obat-obatan. Dan jangan lupa juga untuk mengunjungi toko-toko perhiasan terutama batu giok-nya.
Kota Shenzhen tidak memiliki gedung tua apalagi yang bersejarah, karena Shenzhen baru dibangun menjadi kota dimulai pada Maret 1980. Namun demikian, arsitektur kota-nya sangat bagus, dengan tampilan bentuk eksterior dan warna dari gedung-gedung pencakar langit sangat beragam. Kesan yang diberikan bisa indah, mengagumkan, bahkan kita berdecak kagum akan keunikannya. Gedung-gedung pencakar langit di Kota Shenzhen tidak melulu hanya untuk perkantoran, namun lebih banyak untuk apartemen atau pemukiman. Kota Shenzhen yang luasnya 2020 km2 atau 1/3 nya luas Pulau Bali, sebenarnya memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, namun karena bangunan-bangunan termasuk untuk pemukiman, diarahkan secara vertikal maka di jalanan itu tidak terlihat banyak orang lalu lalang. Kembali lagi soal keunikan gedung-gedung tinggi. Karena apartemen ini dihuni banyak ragam manusia, maka di selasar kamar-kamarnya itu sering terlihat hal-hal yang aneh-aneh menggantung disana. Selain jemuran, ada juga yang pelihara tanaman, bahkan kandang dengan burungnya. Untuk seorang fotografer, pemandangan seperti pasti sangat menarik minatnya.
Wisata pantai di Shenzhen yang paling terkenal adalah pantai Dameisha. Banyak wisatawan yang melepas lelah dan bemandi rian di pantai yang sangat bersih sekali.
Wisata budaya ada di dua tempat, yaitu di China Folk Culture Villages dan di Window of The World. Di China Folk Culture Villages selain menampilkan replika rumah-rumah adat yang ada di China, juga yang sangat ditunggu-tunggu pengunjung adalah show drama tari secara kolosal. Tarian ini dimainkan oleh 500-an pemain dengan tata panggung, tata cahaya, tata busana, dan dekorasi dibuat sangat apik dan sempurna. Tarian semi kontemporer yang kolosal ini berbasis budaya China yang sudah turun temurun, misalnya permainan kung fu dan akrobat. Saya sangat kagum dengan pertunjukkan ini, tentu itu sudah mahfum. Yang menambah kekaguman saya lagi adalah managemen pengelolaan objek wisata ini. Mulai dari akses masuk, parkir kendaraan, penataan ruang wisata, penataan tempat makan, kamar kecil, serta pertunjukkannya itu sendiri. Semuanya serba bersih dan serba tertib.
Kemudian ke tempat wisata Window of The World. Dimana di tempat ini ditampilkan replika bangunan-bangunan monumental dunia seperi; Taj Mahal, Borobudur, Menara Eiffel, Katedral di Jerman, dan lainnya. Sebenarnya tempat ini kurang menarik karena repilkanya hanya berukuran beberapa meter saja. Kita tidak bisa masuk ke bangunan-bangunan tersebut karena saking kecilnya. Berbeda dengan di taman mini dimana kita bisa masuk ke bangunan tersebut dan menikmati detil interior dan eksteriornya.
Bagaimanapun tempat-tempat wisata di Shenzhen punya keunggulan tersendiri yaitu soal ketertiban, kebersihan, dan pelayanan prima dari pengelolanya.
(Shenzhen, 23 Maret 2012)
Kota Shenzhen
Suasana Jalan Raya di Shenzhen
Kota yang Resik dan Hijau
Arsitektur Gedung Bertingkat yang Beragam
Selamat Datang di China Folk Culture Villages
Gerbang Kemakmuran di China Folk Culture Villages
Replika Rumah Tibet di China Folk Culture Villages
Tarian Komtemporer Kolosal di China Folk Culture Villages
Bergaya di Depan Miniatur Menara Pissa di Window of The World
Miniatur Air Terjun Niagara di Window of The World
Wisata Batu Permata
Tempat Parkir Kendaraan Pengunjung yang Nyaman
Tempat Makan hanya Di Mall atau Hotel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar