Minggu, 08 April 2012

Mengunjungi ‘Kampung Budaya’ di Sindang Barang, Bogor

Mencari tempat dimaksud, susah-susah gampang. Kalau berangkat dari sekitaran Kebun Raya, Kota Bogor, arahkan kemudi anda ke daerah Empang, kemudian lewati daerah Ciomas. Dari situ ambil ke kanan, masuk jalan sempit seukuran badan mobil kijang yang di kanan kirinya dipadati penduduk dengan segala macam aktivitasnya. Untuk sampai ke dekat lokasi Kampung Budaya harus menempuh 3 km-an yang suasananya sangat ‘perkotaan’ banget. Untuk asuk ke lokasi kampung budaya, andi harus menitipkan kendaraan di penduduk setempat kemudian berjalan kaki di jalan bebatuan sejauh 50 meter-an. Kendaraan roda dua masih bisa masuk namun bukan kendaraan yang memiliki lingkar roda semacam Vespa. Yang roda berlingkar kecil, dijamin akan nyangkut dech.
Begitu masuk areal kampung sunda yang harus melewati gerbang bambu sederhana seukuran satu orang dewasa, kita akan melihat hamparan rumput hijau di tengah areal kampung budaya ini. Di tiga sisinya terdapat bangunan-bangunan rumah bambu khas Sunda, lumbung padi (bahasa sundanya: Lieut), dan pendopo. Kemudian di sisi satu-nya lagi adalah hamparan sawah dengan padi yang masih hijau. Setelah kami berada di tengah kampung budaya ini, terus terang kami agak kecewa, bagaimana tidak? Bayangan sebelumnya tentang kampung budaya ini yang dirangkum dari nonton di televisi atau membaca dari bebera koran adalah perkampungan tradisonal yang bertahan dari gempuran arus perubahan jaman, seperti halnya; Kampung Naga di Tasikmalaya atau Kampung Suku Baduy di Kanekes, Lebak-Banten. Ternyata disini hanyalah tempat komersial biasa seperti untuk kegiatan meeting, retreat, outbond dan lainnya, yang meminjam suasana kampung di Pasundan pada jaman dulu. Ini ‘kampung' yang artifisial dengan tanpa adanya masyarakat beserta struktur masyarakatnya.
BTW, bagaimanapun perlu menghargai gagasan dari pemiliknya yaitu Bpk Maki yang menantunya Bpk Sam Bimbo, karena dalam area 8600m2 ‘kampung budaya’ ini, beliau ingin menghadirkan suasana budaya Sunda yang kini semakin menjauh dari kehidupan orang-orangnya akibat tergerus arus perubahan jaman.
Kampung Budaya ini Dibangun pada 2007
Bangunan Lumbung Padi (Lieut) Khas Pasundan
Pak Jaja Menerima Kami dengan Baik
Disini Bisa Belajar Gamelan Sunda
Bisa Juga Belajar Membatik walaupun Gurunya dari Pekalongan
Belajar Membatik
Main Eggrang
Sisi Lain dari Kampung Budaya Sindangbarang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar