Minggu, 15 April 2012

Menonton Tari Barong dan Kris di Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar-Bali

Saya menonton Tari Barong dan Kris di Sari Wisata Budaya yang berada di Jalan By Pass no 896A Denpasar adalah untuk yang pertama kalinya. Tetapi kalau menonton tari yang sama di Desa Batu Bulan, mungkin sudah 3 – 4 kali-nya. Ada perbedaan suasana antara pentas tari Barong dan Kris di Jalan By Pass dengan yang berada di Desa Batu Bulan. Kalau soal cerita-nya sih sama saja.
Tari Barong dan Kris ini menceritakan tentang pertarungan antara ‘kebajikan’ yang digambarkan dalam bentuk Barong melawan ‘kebatilan’ yang digambarkan dalam bentuk Rangda. Tahapan cerita yang di-setting dalam suasana hutan dan pegunungan, diawali dengan ulah tingkah kesombongan pengikut Rangda yang melawan para pengikut Barong dengan berbagai bumbu cerita. Dan diahiri pertarungan Barong melawan Rangda, namun tidak ada yang keluar sebagai pemenangnya dan itulah gambaran dunia senyatanya, yang terus menerus secara abadi bertarung antara kebajikan dengan kebatilan.
Kalau menilik pementasan tari di Sari Wisata Budaya di jalan By Pass ini yang seharga Rp 100 rb per orang (domestik), terasa ada yang mengurangi ‘kesakralan’ dari pentas tari ini. Sebagai contoh seorang 'Patih' yang ber-perawakan tinggi besar di tengah-tengah jalannya pentas menyapa penonton yang umumnya turis asing dengan bahasa Inggris seadanya, seperti; ‘are you good?’ dan lainnya, atau juga kera dengan beberapa kali beraksi mengacungkan 2 jari dan loncat kemudian duduk di sebelah kursi penonton yang seolah minta difoto. Saya yang tadinya serius menonton pentas tari Barong dan Kris ini dengan serta-merta menjadi tidak bergairah lagi untuk melanjutkan menikmati tarian tersebut.
Berbeda dengan pentas tari Barong dan Kris di Desa Batu Bulan yang terasa anggun serta penuh keseriusan. Di Batu Bulan biasa diadakan di area Banjar dan para pemainnya adalah warga setempat yang bermata pencaharian utama sebagai petani, pedagang, dan lainnya. Mangkanya pentas di Desa Bulan dilakukan pada pagi hari jam 08.00 sampai 09.00. Pentas di jalan By Pass dilakukan pk 09.00 sampai 10.00. Pentas tari Barong dan Kris di Batu Bulan dilakukan sesuai pakem yang dengan taat dipegang bersama. Hal tersebut sangat terasa pada saat terjadi dialog-dialog para pemain yang diucapkan dalam bahasa Bali seperti pada dialog antara pengikut Rangda dengan pengikut Dewi Kunti. Dan itu yang membuat kami lebih terpesona.  
(Bali, 12 April 2012)
Persahabatan antara Barong dengan Kera
Dua Penari Pengikut Rangda
Sang Patih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar