Selasa, 24 Juli 2012

Indahnya Sunset di Uluwatu Bali


Sunset adalah pemandangan ketika matahari tenggelam yang memberikan kesan dramatis dengan warna keemasan yang ditimbulkannya sehingga dapat membawa ruang romantis ke dalam perasaan kita. Kali ini kami pilih lokasi kawasan pantai tebing berkapur di Uluwatu Bali untuk menyaksikan sunset tersebut. Kawasan Uluwatu sendiri sudah sangat dikenal di dalam maupun di luar negeri. Dimana beberapa pasangan artist telah memilih tempat ini untuk pesta pernikahannya dan itu akan berdampak  ‘sebab akibat’, artinya sang artist memilih Uluwatu untuk pesta pernikahannya sebab Uluwatu sudah dikenal elit atau juga bisa sebaliknya karena ada pasangan artist terkenal berpesta pernikahannya di Uluwatu, sehingga Uluwatu menjadi makin terkenal.
Uluwatu 5 – 10 tahun yang lalu adalah daerah tandus yang tidak diminati oleh investor apalagi turis. Namun, sejak adanya hotel internasional beroperasi disini dimana kawasan pantai bertebing curam dan berbatu kapur ini dapat disulap menjadi bak nirwana, kini Uluwatu adalah permata yang telah terasah. Kini Uluwatu adalah kawasan wisata yang menyasar wisatawan berkantong tebal, bukan untuk sembarang orang.
Untuk menyaksikan sunset beserta menikmati suasanya, kami memilih di Rockbar yang berada di salah satu hotel mewah yang terkenal yang ada disana, yaitu Hotel Ayana. Kami masuk pintu gerbang utama dengan penjagaan yang ketat namun ramah dan saya baru tahu bahwa untuk sampai ke lobi hotel, kami harus menyusur jalan sepanjang 2 km. Untuk ukuran Indonesia tentu jauh sekali 2 km itu dan langsung terpikir oleh kami, betapa luasnya kawasan hotel ini. Dari lobi kami berjalan diantara taman dan bangunan fungsional hotel yang ditata secara apik dan menarik, sedang di ujung mata memandang terhampar laut biru yang maha luas. Sebenarnya di kawasan hotel Ayana ini, ada beberapa tempat yang bagus untuk menyaksikan sunset. Ada di lokasi restoran yang sejajar dengan lobi, tapi yang menarik adalah di lokasi Rockbar yang berada di tengah tengah tebing pantai yang kecuramannya 90 derajat. Kami untuk menuju Rockbar harus naik lift yang berbentuk seperi gerobag bakso yang berkapasitas 6 orang sekali angkut. Lift ini berjalan miring sampai 40 meter ke bawah. Rockbar ini walaupun kami sudah turun, namun posisinya masih sekitar 20 meter di atas dasar pantai. Jadi tempat ini menggantung di tengah tebing curam. Sangat ideal untuk bisa menyaksikan sunset secara sempurna.
Sesampainya di tempat, kami di ajak ke meja yang sudah kami pesan sebelumnya. Meja-meja tersebut dia atur sehingga posisinya tetap strategis semua. Kemudian, kami pesan pisang goreng dengan ice lemon tea. Harga pisang goreng disini Rp 60 rb/porsi, sebanding-lah dengan investasi untuk membangun Rockbar ini. Kalau bule-bule tentu yang dipilih, kalau bukan bir, ya wine.
Sesaat sunset tiba, suasana tiba-tiba hening, tidak ada yang berkata-kata, warna langitpun berubah keemasan, kami takjub dengan keindahan yang dianugerahkan yang Maha Kuasa. Begitu damainya, begitu indahnya, begitu romantisnya suasana yang tercipta. Sangat luar biasa.
Setelah beberapa menit hening dan sunset mulai berganti kegelapan, kemudian sayup-sayup suara musik-pun mulai mengalun kembali dan kami-kami para pengunjung mulai ramai saling mengobrol dan menyantap hidangan yang telah tersedia.
Kapan-kapan saya akan mengulang untuk datang kembali ke tempat ini; janjiku dalam hati.
Menunggu antrian lift untuk turun ke Rockbar
Lift yang berjalan miring
Rockbar yang menggantung di tengah tebing pantai
Pantai Uluwatu Pantai Tebing Curam
Pengunjung Rockbar menikmati suasana
Keindahan yang tercipta
Menunggu sunset tiba
Sunset tiba
Sunset di Uluwatu Bali

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Benar Pak.
    menikmati sore hari di Rock Bar memang seru banget. Dan kalau kesana harus lebih awal, karena kalau telat tidak bisa masuk.

    Bagaimana makanan disana, apakah nikmat ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kalau ke Bali nanti mau mampir lagi ke Rock Bar ini. makanannya-pun sangat oke, walaupun hanya pisang goreng karena suasananya yang sangat mendukung. jadinya apapun menjadi nikmat.

      Hapus