Sabtu, 29 September 2012

Pesona Washington D.C


Pada akhir tahun 1700-an, sekelompok pemberani untuk menemukan negara baru dengan keyakinan yang teguh dan dengan tujuan mulia dan pada saat itu pula di Eropa sudah terbentuk filsafat dan bibit-bibit revolusi untuk kemajuan. Maka terwujudlah republik bersatu membentuk Amerika Serikat. Rakyat Amerika adalah pewaris dari impian besar, dan itu akan mengembalikan pada mereka untuk meyakinkan bahwa hadiah kemerdekaan akan diwariskan kepada setiap generasi baru. Washington D.C adalah bagian dari perjalanan sejarah itu.
Washington D.C memang sangat mempesona, sebagai pusat pemerintahan Amerika Serikat dengan infrastruktur dan fasilitas kotanya dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menunjang kegiatan pemerintahannya. Tidak ada mall, tidak ada hiruk pikuk aktifitas bisnis atau-pun kegiatan jasa yang bersifat masif. Benar-benar kota yang dirancang untuk kegiatan pemerintahan semata. Tidak seperti Jakarta yang mana di Jakarta segala kegiatan seperti pemerintahan itu sendiri, industri, perdagangan, jasa dan lainnya bercampur jadi satu tempat.
Pesona Washington telah menjadi daya tarik wisata tersendiri adalah dengan adanya Gedung Putih, Capitol, Gedung Parlemen, Monumen Washington, tak terhitung berbagai museum yang berada di Smithsonian, dan berbagai memorial perang. Sebagian besar gedung-gedung tersebut dirancang dengan gaya art deco dan berukuran besar-besar. Infrastruktur lainnya yang sangat menunjang menghidupkan Washington adalah adanya jaringan transportasi yang sangat memadai dengan jalan-jalan yang lebar dan begitupun dengan pedestrian-nya.
Menikmati pesona Washington D.C lebih efektif menggunakan transportasi bus terbuka ‘hop on’, karena kita dapat memandangi gedung-gedung tersebut secara seksama, cuma saja kita tidak dapat turun dan masuk ke tempat-tempat yang dilalui oleh bus wisata ini. Harga tiket naik bus ‘hop on’ sekitar $32 per orang.
Berikut adalah beberapa foto koleksi saya yang dijepret dari atas bus wisata ‘hop on’.
Menyusuri Washington D.C dengan bus wisata 'hop on' lebih efektif
Jalan raya yang lebar dan sepi
Pedestrian yang lebar dan nyaman
Pedestrian di depan Gedung Putih pun sangat nyaman sekali
Turis berfoto-foto di depan Gedung Putih dengan leluasa
Gedung Capitol
Memorial Gedung Dwight Eisenhower yang megah
Gedung departemen Pertanian yang luas sekali
Monument Washington
Gedung Lincoln Memorial
Patung Abraham Lincoln
Rumah tempat meninggalnya Abraham Lincoln setelah ditembak mati
Gedung arsip nasional Amerika
Spy museum di Smithsonian
Washington D.C di waktu malam


Jumat, 28 September 2012

Setangkup Nasi untuk Meng ‘cover’ New York City


Orang Indonesia terutama saya, umumnya kalau makan harus berupa nasi, kalau makan roti sebesar apapun selalu dianggap belum makan dan menjadikan badan terus melemah tidak bisa beraktifitas normal. Persoalan tidak makan nasi muncul kalau lagi ada di negeri orang, entah di Eropa maupun Amerika. Nah, dalam perjalanan saya ke New York, ternyata kekhawatiran tidak bertemu nasi menjadi sirna. Mendapatkan menu nasi ternyata mudah, kalau ada uang bisa masuk restoran Thai atau China, namun kalau mau ngirit, kini di berbagai sudut kota dan di pinggir-pinggir jalan mudah ditemui gerobak penjual nasi. Gerobak ukuran 1m x 2m yang penjualnya umumnya dari Timur Tengah dan tentu tertera tulisan halal sebagai indikasi makanan yang ditawarkannya ‘aman’ disantap muslim. Saya hampir tiap pagi atau sore selalu membeli menu sarapan atau makan malam dari gerobak ini. Menu yang saya suka adalah ‘rice over lamb’, nasi yang diberi cacahan daging kambing dengan bumbu Timur Tengah yang kuat sekali seperti cengkeh, pala, bawang bombay, pedes cabai dan lainnya sehingga makanan ini sangat terasa bumbunya dan itulah yang menjadikan saya suka. Sebagaimana diketahui masakan barat umumnya kurang berasa bumbunya jadi hambar. Soal harganya; tidak usah khawatir, untuk satu porsi ‘rice over lamb’ hanya $6 dan itu-pun dapat disantap berdua, saking banyaknya. Kalau sudah makan nasi, saya bisa kuat untuk diajak berkeliling New York City seharian sekalipun, dan tidak takut akan masuk angin. Kita cover New York yuk
Gerobag seperti ini yang menjual aneka makanan termasuk nasi
Penjual nasi rata-rata berasal dari negara Timur Tengah
Yuk Keliling New York


Rabu, 26 September 2012

Memandangi Patung Liberty di New York City


Patung raksasa dari perunggu yang dibuat di Perancis dengan nama patung Liberty yang berada di muara sungai Hudson, New York City adalah salah satu lambang Amerika Serikat tentang kemerdekaan dan kebebasan dari belenggu dan tekanan. Patung Liberty diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886 dan sampai saat ini masih berdiri gagah sempurna dan menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik di Amerika.
Saya masuk kawasan patung Liberty dari New York Harbour dekat dengan komplek gedung WTC. Kami pilih naik ferry yang antar jemput seharga US$29 per orang. Dimana dalam paket ini, kami diantar ke tempat patung liberty berada dan  turun. Setelah puas menikmati patung Liberty kami pulang kembali ke harbour keberangkatan dengan ferry yang sama. Paket lainnya adalah New York Water Taxi dimana para turis tidak turun dari feery hanya menikmati dan berfoto dari atas feery ini di enam titik wisata termasuk patung liberty nya. Tiketnya lebih mahal justru yaitu seharga US$31 per orang untuk 1,5 jam perjalanan wisata.
Dalam perjalanan ferry yang nyaman ini kami disuguhi pemandangan laut dan kota Manhattan yang seolah timbul di atas permukaan laut. Indah sekali. Sesampainya di kepulauan Ellis, dimana patung Liberty berada kami turun. Pada tahun 1882 sampai dengan 1924 melalui Ellis Islands ini, lebih dari 12 juta imigran masuk ke Amerika. Makanya kenapa patung Liberty ditempatkan di Ellis Islands ini.
Kami para penumpang turun dari ferry dan berkeliling dari bibir pulau kecil ini untuk memandangi sang ‘kebebasan’ dari berbagai sudut. Patung Liberty ternyata jauh lebih besar dari apa yang saya bayangkan sebelumnya. Semua wisatawan mengagumi patung ini dan mengarahkan kameranya kepada patung yang berwarna kehijauan tersebut untuk mengabadikannya. Namun sayang, saat kami mengunjungi patung ini, lantai dasar tempat patung ini berdiri sedang direnovasi sehingga tidak dapat naik ke atas patung ini. Tapi itu tidak mengurangi kekaguman kami atas patung ini.
Sekitaran patung liberty ditata sangat apik dengan ruang terbuka hijau yang sempurna. Rasa nyaman dan segar karena semilir angin laut sangat terasa sekali. Burung-burung laut-pun berterbangan menemani kemana kita pergi. Ada suasana lain dari biasanya, senang sekali karena aku sudah datang di Amerika. Pergi ke Amerika kalau tidak ke patung Liberty rasanya itu kurang afdol.   
dengan ferry Liberty Statue Cruises, berkunjung ke Ellis Islands
Melewati Manhattan
Gagahnya patung Liberty sebagai lambang kebebasan dari tekanan
Ke Amerika harus mengunjungi patung Liberty
Setelah puas, kami kembali ke harbour

Naik ke Gedung Empire State, Salah Satu Gedung Tertinggi di Dunia yang Berada di New York City


Gedung Empire State ini merupakan salah satu gedung fenomenal di dunia karena ketinggiannya. Gedung yang dibangun pada tahun 1931 dan sampai saat ini masih berdiri kokoh dengan gaya art deco yang sungguh kecantikannya sangat luar biasa.
Kami mendatangi Empire State pada sore hari dengan berharap dapat mendapatkan warna matahari yang temaram keemasan. Pilihan paket naik Empire ada 2, satu yang sampai tingkat atau lantai 86 dan sampai tingkat 102. Saya pilih yang paket sampai lantai 86 seharga US $57 termasuk pajak. Pajak di New York City untuk pembelian barang dan hiburan sebesar 8%. Masuk ke ruang tunggu yang berbentuk melingkar dan pengunjung sebanyak belasan orang untuk satu kali kapasitas lift naik, menghadap ke dalam yang disuguhi video tentang pembangunan dan keanggunan gedung Empire State. Beberapa menit kemudian pengunjung masuk ruangan film 3 dimensi yang tempat duduknya dapat bergerak sesuai gambar yang ditayangkan. Film-nya menayangkan seolah kita naik helikopter terbang mengelilingi New York City dari udara. Seru juga. Kemudian baru pengunjung naik lift langsung ke lantai 86. Lift tua yang masih bisa bergerak langsung ke lantai tinggi sekali.  Sesampai-nya di lantai tujuan yaitu di lantai 86, kemudian rombongan satu lift kami menghambur ke pinggir lantai untuk memandang New York City yang ditumbuhi ribuan gedung pencakar langit. Pemandangan yang luar biasa. Selain berbagai gedung pencakar langit, kita juga bisa memandang sungai Hudson yang lebar dengan beberapa kapal-nya yang lalu lalang. Dapat melihat pulau-pulau ellis yang mana ada patung Liberty berdiri. Kemudian dapat melihat hamparan pohon ekosistem pesisir. Saya begitu terpesona sebagai ungkapan kekaguman terhadap maha karya hasil karya manusia ini.
Pengunjung sebenarnya hanya diberi waktu 30 menit untuk menikmati pemandangan puncak New York City namun banyak yang melebihi waktu yang diberikan karena tidak akan ada puasnya akan keindahan spektakuler yang diberikan. 
Pintu masuk gedung Empire State di New York City
Lobi gedung Empire State
Begitu sampai lantai 86 kami langsung cari tempat di pingir lantai
Sungguh mengagumkan New York dari udara
Sungai Hudson diantara gedung pencakar langit
Wisata gedung pencakar langit
Pengunjung tak jemu-jemunya memandangi hamparan pencakar langit