Jumat, 14 September 2012

Memandang Puncak Gunung Merapi


Sungguh aku takjub dengan melihat berdiri tegak puncak Merapi setelah letusan terahir pada November 2010. Sungguh pancaran wibawa dengan daya magisnya yang kuat. Sewajarnya apabila Merapi dipercaya oleh kalangan Keraton dan masyarakat sekitarnya sebagai tempat sakral selain Laut Kidul.
Pun demikian Merapi adalah sumber kehidupan masyarakatnya. Lahan yang subur, berjuta kubik material pasir dan bebatuan yang dimuntahkannya, dan bahkan untuk wisata yang menyenangkan. 
Sungguh wibawa Gunung Merapi ini
Jalan yang asri menuju kaki Gunung Merapi
Gunung Merapi yang wibawa
Sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya
Bekas rumah alm Mbah Marijan. Pepeling Mbah Marijan "kehormatan seseorang dinilai dari tanggung jawab terhadap kewajibannya"


Hampir dua tahun yang lalu terjadi letusan, kini lingkungannya sudah mulai menghijau
Berjuta kubik batu dan pasir yang disemburkan kawah Merapi merupakan sumber kehidupan tersendiri bagi masyarakatnya
Merapi memang sakral
                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar