Sabtu, 10 November 2012

Kenapa Hiu Paus ( Rhincodon typus) Harus Dilindungi?


Ikan hiu paus, ada juga yang menyebut hiu totol (Rhincodon typus) adalah jenis ikan laut yang berukuran besar. Hiu paus dewasa, panjangnya bisa mencapai 21 meter dengan bobot sekitar 20 ton, dan dapat hidup sampai umur 60 – 100 tahun. Umur dewasa dimulai sekitar 25 tahun. ikan hiu paus karena memiliki ukuran yang besar sehingga pergerakannya termasuk yang lamban dan itu menyebabkan ikan ini mudah tertangkap nelayan secara tidak sengaja bahkan terdampar di pantai. Selain itu, ikan ini memiliki kemampuan reproduksi yang rendah, lambatnya laju pertumbuhan dan lamanya waktu mencapai usia dewasa. Ikan hiu paus adalah ikan migrasi yang mana ikan hiu paus yang ada di perairan Australia melalukan migrasi sampai ke NTT dan ikan hiu paus yang berada di filipina melakukan migrasi sampai ke wilayah perairan Sulawesi. Dan dua negara itu yaitu Australia dan Filipina telah melindungi secara penuh ikan hiu paus ini, selain enam negara lainnya, yaitu: Amerika, Meksiko, India, Thailand, Maldives, dan Taiwan. Ikan hiu paus ini memang masuk dalam Appendix ll CITES dan berdasarkan status kelangkaan IUCN Red List Treatened Spesies 2012 termasuk Vulnerable (rawan punah).
Kalau ikan hiu paus ini punah, maka ada dua hal penting dalam lingkungan yang akan terpengaruhi, yaitu: (1). Terganggunya sistem rantai makanan di laut, dan (2). Menurunkan keaneka ragaman hayati. Kedua hal tersebut tentunya akan berpengaruh banyak terhadap keseimbangan alam, dan ahirnya akan berdampak kepada kelanjutan alam tempat kita tinggal ini.
Hiu paus atau hiu totol (Rhincodon typus)
Hiu paus di Nabire (Foto by Cipto Gunawan)
'Whale Watching Tour' hiu paus di Nabire (foto by Cipto Gunawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar