Senin, 02 September 2013

Kepiting Lada Hitam di Balikpapan, Enak Sekali


Rasanya kurang kumplit kalau berkunjung ke Kota Balikpapan di Kalimantan Timur tidak mampir ke salah satu restoran yang menyediakan aneka masakan dari kepiting. Maka begitu keluar dari Bandara Sepinggan kami-pun mengarahkan kendaran langsung ke restoran yang dimaksud.
Restoran Kenari yang berada di Jalan Marsda Iswahyudi sudah belasan tahun setia menyediakan berbagai kuliner dari bahan dasar kepiting. Bahkan kini kepiting olahannya tidak saja untuk dimakan di tempat tapi juga dapat dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Meja kursi yang tersedia mungkin bisa menampung lebih seratus pengunjung  dan karena kami datang tepat pada jam makan siang maka meja kursi yang tersedia hampir terisi penuh. Itu tanda bahwa banyak orang yang menyukai masakan kepiting di disajikan restoran ini.
Kami ber-dua belas orang memesan tiga menu kepiting yang tersedia, yaitu: kepiting masak lada hitam, kepiting masak asam manis, dan kepiting masak steam tauco. Tidak begitu lama menunggu, kepiting masak lada hitam dan kepiting masak asam manis sudah datang dan disajikan di meja kami. Tapi, untuk kepiting masak steam tauco butuh waktu setengah jam kemudian. ‘Agak lama untuk memasak kepiting steam tauco. Menunggu bumbu-bumbunya meresap ke dalam daging kepitingnya’ begitu jelas salah satu pramusaji-nya yang berasal dari Flores.
Kepiting yang dimasak disini adalah dari jenis kepiting bakau (Scylla sp) yang banyak hidup di pesisir berhutan bakau di Kalimantan. Namun, populasinya tidak sebanyak 10 tahun lalu. Kini agak susah mendapatkan jenis kepiting ini, kalau-pun ada, ukurannya kini relatif lebih kecil-kecil dibanding hasil tangkapan beberapa tahun lalu. Itu dapat dimengerti, karena tingginya perubahan fungsi lahan dari hutan bakau sebagai habitat dari kepiting bakau menjadi fungsi pemukiman, kawasan bisnis, kawasan industri, dan lainnya. Pasokan kepiting hidup kini di dapatkan tidak saja dari sekitaran Kalimantan Timur tapi juga dari wilayah Kalimantan Selatan dan wilayah lainnya. Kondisi tersebut tentunya akan berkonsekuensi terhadap semakin mahalnya harga satu porsi masakan kepiting.
Kami sangat lahap menyantap ke tiga jenis masakan kepiting yang telah tersedia di meja. Yang dimasak bumbu lada hitam, sangat terasa pedas lada hitamnya, lebih terasa dari masakan yang sama yang pernah kami cicipi di restoran lain. Rasa kepiting masak asam manis, ini tidak beda jauh dari rasa yang disajikan restoran lannya. Dan untuk rasa kepiting masak steam tauco, bagi saya ini masakan spesial. Rasa original dari daging kepitingnya sangat terasa sekali. Rasa tauco, bawang putih, dan jahenya hanya sekedar pelengkap. Itulah rasa original dari kepiting masak steam tauco. Bagi saya, ini masakan kepiting favorit saya di restoran ini. Berbeda dengan penjelasan dari empunya restoran ini: ‘jenis masakan kepiting yang paling banyak dipesan pengunjung, urutannya adalah mulai kepiting masak asam manis, kepiting masak lada hitam, baru kemudian kepiting steam tauco’. Ketika lebih lanjut saya tanyakan  kenapa pilihan pengunjung seperti itu, katanya: ‘kepiting masak steam tauco tidak tahan lama, paling hanya tahan satu hari tapi kalau kepiting asam manis dan lada hitam bisa kuat sampai 3 hari’.
Satu porsi masakan kepiting terdiri dari 3 – 4 ekor dengan berat kira-kira 1,2 kg. Harganya sama saja untuk kepiting masak apapun. Yang membedakannya hanya pilihan dari jenis jantan dan kepiting telur. Harga satu porsi masakan kepiting jantan Rp 190 ribu dan untuk masakan kepiting telur atau betina Rp 230 rb.
Untuk kami yang ber 12 orang, tiga porsi masakan kepiting yang tersedia, rasanya masih kurang. Itulah perilaku penggila rasa. Kalau sudah ketemu rasa masakan yang cocok, maka resiko terkena asam urat sekalipun sebagai akibat menyantap masakan kepiting ini-jadi lupa-. Meraih kenikmatan tentu harus siap dengan segala resiko-nya.
Kepiting asam manis menjadi favorit menyuka masakan kepiting
Kepiting masak lada hitam, terasa pedas khas-nya
Kepiting steam tauco, kesukan saya
Lahap, menghabiskan 3 porsi kepiting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar