Sabtu, 19 Oktober 2013

Pantai Pandan Tempat Wisata Favorit Masyarakat Tapanuli Tengah dan Sibolga serta tentang Sempadan Pantainya

Perjalanan pesawat udara selama 45 menit dari bandara Kualanamu Medan ke bandara Sibolga sangat menyenangkan karena ketinggian pesawat maksimal hanya 14000 kaki sehingga pemandangan di bawah dapat terlihat dengan jelas. Apalagi pemandangan indah yang disuguhkan oleh Danau Toba ketika pesawat yang ditumpangi kami melintas di atasnya. Kekagumanku belum selesai, begitu keluar dari pesawat kecil di Bandar Udara Sibolga atau nama resminya bandara Ferdinand Lumban Tobing di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) provinsi Sumatera Utara, perasaan langsung sunyi, sejuk, dan damai, tidak ada suara lain hanya semilir angin yang melintas di telinga ini. Perasaan sensasional yang sudah sangat lama tidak aku dapatkan. Itu Mengingatkan saya kepada suasana kampung kecil di lereng gunung di Jawa beberapa belas tahun lalu.
Bandaranya sederhana seukuran kira-kira 400m2 saja dan proses penanganan penumpang maupun barang dilakukan secara manual. Bandara yang mengambil nama dari putra daerah setempat yang menjadi Menteri Tenaga Kerja pertama pada jaman Presiden Soekarno, berada di tengah-tengah kehijauan kebun penduduk. Di sebelah bandara hanya ada rumah penduduk yang tidak seberapa banyak, hanya jumlah hitungan jari, itupun masih dalam bentuk sederhana. Keluar dari komplek bandara menuju kota dimana hotel tempat kami menginap melalui Jalan protokol dengan lebar cukup untuk dilalui 2 mobil ukuran sedang tetapi pemandangan kanan kiri dan di depan sangat asri dengan bukit-bukit yang menghijau. Rumah penduduk yang berada di kanan kiri jalan masih sederhana bahkan masih banyak yang berdinding kayu lapuk dengan atap dari ilalang begitu juga kehidupannya yang umumnya juga bersahaja.
Hotel tempat menginap kami kebetulan berada di pinggir pantai di kabupaten Tapanuli Tengah yang berjarak 30 km dari bandara dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Pantainya sangat populer di masyarakat kabupaten Tapanuli Tengah dan kota Sibolga. Pantai ini bernama Pantai Pandan. Pantai dengan panjang sekitar 2,5 km namun lebar pasir putihnya pada waktu surut terendah hanya 7 meteran saja. Pantai ini berada di dalam teluk kecil dengan pemandangan taburan pulau-pulau kecil serta bagan ikan di mulut teluknya. Pada sore hari kalau lagi beruntung kita dapat menikmati pemandangan matahari tenggelam atau sunset. Pantai Pandan menjadi favorit tempat wisata masyarakat setempat apalagi kalau hari libur. Dengan banyaknya masyarakat yang datang ke pantai ini, Sehingga banyak pula orang yang memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi mereka. Ada yang berjualan makanan, cindera mata, kaos, bahkan ikan nemo (clown fish) hidup. Makanan yang populer di pantai ini adalah goreng kepiting soka seukuran bungkus rokok, Makanan ini banyak dijajakan oleh ibu-ibu tua dengan harga hanya Rp 2000 saja. Cindera mata yang banyak dijual disini umumnya berbahan dasar dari kerang, karang, dan kulit penyu. Padahal jenis jenis tersebut termasuk jenis ikan atau satwa yang dilindungi menurut perundangan yang berlaku. Harga hiasan dari karang Rp 15rb, harga cincin dari kulit penyu hanya Rp 2000 saja. Ikan nemo hidup dijual Rp 10 rb per ekor. Ada cerita menarik tentang jualan ikan nemo ini. Waktu itu ikan nemo belum banyak diperjualbelikan. Suatu saat ada seorang pengunjung dari negara asing yang sedang tugas di pertambangan di kabupaten Tapanuli Tengah, dia melihat ada anak-anak bawa ikan nemo hidup di dalam plastik yang diisi air, orang asing ini merasa iba dengan ikan nemo tersebut, kemudian dia membelinya ikan nemo didalam plastik itu seharga Rp 50 rb dengan niat untuk dilepaskan kembali ke laut, engga tahunya, besok harinya banyak orang yang menjajakan ikan nemo hidup di dalam plastik dengan harapan banyak pengunjung untuk membelinya dengan harga tinggi seperti apa yang dilakukan oleh orang asing kemarin. 
Kembali lagi ke pantai Pandan, karena pantai Pandan berpasir putih dan relatif menarik pengunjung apalagi banyak fasilitas hiburan lainnya yang tersedia disini. Sayangnya ruang terbuka hampir habis sudah dimanfaatkan untuk berbagai bangunan. Lalu bagaimana dengan sempadan pantainya? Dalam rancangan Peraturan Presiden tentang sempadan pantai yang sudah masuk tahap finalisasi dan sempadan pantai yang nantinya diatur dengan Peraturan Daerah kabupaten/kota, disebutkan bahwa sekurangnya-kurang lebar sempadan pantai adalah 100 meter yang diukur dari pasang tertinggi. Untuk pantai yang memiliki tipe landai seperti Pantai Pandan ini tentunya akan memiliki lebar sempadan pantai lebih dari 100 meter.
Salah satu fungsi dari sempadan pantai adalah meminimalisir kerusakan bentang pantai sebagai dampak dari terjadinya bencana alam laut seperti gelombang besar dan tsunami yang sewaktu waktu dapat terjadi. Apalagi pantai Pandan berada di wilayah pesisir barat Sumatera bagian barat yang satu garis pantai dengan Nias atau Padang dimana beberapa tahun lalu pernah diterjang gelombang tsunami besar karena berdekatan dengan daerah lempeng patahan dasar laut yang selalu bergerak dinamis. Artinya secara faktual peluang terjadinya tsunami di pantai Pandan cukup besar. Pantai Pandan berada di dalam sebuah teluk kecil dan lebih-lebih di mulut teluknya berserakan pulau pulau kecil. Apabila tsunami datang ke pantai Pandan tentunya akan dihadang oleh mulut teluk dan pulau pulau kecil yang ada disitu. sehingga gelombang besar dan tsunami itu tidak sampai ke dalam teluknya dimana pantai Pandan berada. Letak pantai yang seperti pantai Pandan ini seyogyanya perlu menjadi faktor yang diperhitungkan dalam penentuan lebar minimal untuk sempadan pantainya. Jadi  sempadan pantainya tidak hanya  diperhitungkan dari tipe pantainya saja sehingga diharapkan tingkat fungsional dari sempadan pantai akan meningkat.
Pantai Pandan di Tapanuli Tengah yang indah
Menjadi favorit wisata masyarakat sekitarnya
Berada di dalam teluk kecil yang terhalang pulau-pulau kecil
Sempadan pantainya tinggal 7 meteran saja
Banyak bangunan yang berada persis di bibir pantai
 

2 komentar:

  1. kepitingnya ... enak apalagi kalo hangat2 ... pasti renyahh, sayang gak ada foto kepiting dan konsumennya pak ... kalu ada pasti orang yang baca jadi pingin ngerasain kepiting goreng nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau di upload tapi takut ada yang marah

      Hapus