Sabtu, 19 Oktober 2013

Tangkahan atau Tempat Pendaratan Ikan Swasta di Sibolga - Sumatera Utara

Kota Sibolga di Sumatera Utara sudah sejak dahulu dikenal sebagai pusat perikanan tangkap di pesisir barat Sumatera dimana laut Sumatera bagian barat memiki potensi perikanan tangkap yang besar, lebih besar daripada potensi perikanan tangkap di pesisir timur Sumatera. Dari potensi perikanan tangkap yang besar tersebut terlihat dengan mudah dilihat dari banyaknya kapal-kapal penangkap ikan berbagai ukuran yang bersandar di sepanjang pantai kota Sibolga. Yang menarik dari kapal-kapal penangkap ikan yang sedang bersandar atau sedang melakukan bongkar muat tersebut yaitu tidak dilakukan di tempat pendaratan ikan resmi di Pelabuhan Perikanan Nusantara yang ada disana melainkan dilakukan di pangkalan atau tempat pendaratan ikan yang dikelola oleh swasta. Tempat pendaratan ikan  yang dikelola oleh swasta tersebut lebih populer dengan sebutan 'tangkahan'. Keberadaan tangkahan di kota Sibolga mencapai hampir 50 buah yang terdiri dari berbagai ukuran dan termasuk yang sudah tidak beroperasi lagi. Besar kecilnya tangkahan ditentukan oleh jumlah kapal yang dimiliki pemilik tangkahan dan kapal ikan milik orang lain yang yang menjadi langganannya.
Salah satu tangkahan yang paling besar dapat melakukan bongkar muat ikan sampai 10 ton per hari dengan melibatkan tenaga kerja sampai 100 orang dengan jumlah kapal yang menjadi anggota tangkahan tersebut mencapai 200 buah dengan ukuran > 30 GT. Kenapa tangkahan lebih ramai dibanding aktivitas bongkar muat ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara? Tangkahan memberikan pelayanan tidak hanya soal kegiatan bongkar muat dan pengisian BBM serta air bersih, tetapi juga memberikan pelayanan pinjaman untuk biaya melaut, pengolahan dan pemasaran ikan hasil tangkapan, bahkan dapat mengurus perizinan kapal dan lainnya. Berbeda dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara yang belum menyediakan fasilitas jasa diluar pengisian BBM, air bersih dan tempat melelang ikan hasil tangkapan. Tangkahan lebih mengikat pemilik kapal penangkap ikan untuk mendaratkan ikannya disitu.
Tentang data-data perikanan. Sebenarnya data-data ikan yang didaratkan di tangkahan sangat lengkap, mulai dari jumlah kapal yang bongkar muat ikan setiap harinya, jumlah ikan hasil tangkapan, jenis ikan yang tertangkap, ukuran ikan yang tertangkap sampai harga dari tiap jenis dan ukurannya. Suatu data yang akurat dan komprehensif dari produksi ikan hasil tangkapan dimana data-data tersebut seharusnya dapat membantu meningkatkan akurasi statistik perikanan. Namun sayangnya, akses terhadap data perikanan tangkap di tangkahan-tangkahan tersebut sulit dilakukan.
Hasil tangkapan ikan yang didaratkan di salah satu tangkahan
Ikan hasil tangkapan tiap kapal disortir berdasarkan jenis dan ukuran
Ikan hasil sortir ditimbang
Ikan hasil sortiran dari tiap kapal dicatat dengan baik
Ikan dari tiap kapal siap diantar ke pembeli langganan atau dijual di tangkahan

2 komentar:

  1. perlu jaringan komunikasi antar pemilik kapal, pemilik tangkahan, dan pemerintah. Tapi seberapa seriusnya ..... Jaringan komunikasi tersebut di buat dan terjalin ......., agar data-data ikan yang didaratkan lengkap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau manajemen tangkahan tangkahan lebih terbuka soal data, itu akan sangat membantu perstatistikan perikanan lokal maupun nasional. We hope

      Hapus