Kamis, 26 Desember 2013

Ke Bogor yuk...

Diantara kota sekitaran Jakarta (Bogor, Tanggerang, dan Bekasi/BOTABEK), Kota Bogor adalah kota yang yang cocok untuk menjadi tempat wisata. Lokasinya mudah dijangkau dari Jakarta, baik mau menggunakan kereta listrik, Bus DAMRI bandara, bus umum, dan moda angkutan lainnya. Dan banyak hal yang dapat dinikmati dari kota ini. Walaupun sedikit merasakan kesumpekan dengan banyaknya masyarakat yang beraktifitas di jalanan serta kemacetan lalu lintas di beberapa titik di pusat kota. Hal tersebut dapat dimaklumi karena Kota Bogor seperti halnya kota-kota lainnya di Indonesia sedang bertranformasi dari wilayah agraris menjadi kota jasa sehingga sebagian besar masyarakatnya beralih profesi dari seorang petani menjadi penjaja jasa. Beralih profesi dari petani menjadi penjaja jasa, lebih dikarenakan lahan pertaniannya sudah berubah fungsi menjadi wilayah pemukiman, tempat bisnis semacam ruko, dan lainnya. Disamping itu, pada saat ini bertani sudah tidak ekonomis lagi. Masalahnya, karena keterbatasan keahlian yang dimiliki mereka dan sempitnya kesempatan kerja formal yang tersedia maka mereka berbondong-bondong bekerja serabutan sebagai kuli, buruh, tukang ojek, pedagang asongan, pedagang kaki lima dan jenis-jenis pekerjaan lainnya yang tidak membutuhkan skill dan modal yang banyak. Umumnya, tempat aktifitas para pekerja informal ini teronsentrasi di sekitaran jalan-jalan kota. Sehingga menjadi maklum apabila di jalanan terlihat banyak orang menumpuk dan terjadi kemacetan lalu lintas.

Kota Bogor dengan suhu udara antara 250 sampai 300C cukup sejuk untuk menjadi tempat jalan-jalan. Ada 3 jenis/tempat wisata di kota Bogor yang saya rekomendasikan, yaitu: (1) mengunjungi Kebun Raya, (2) wisata kuliner, dan (3) wisata MICE (meetings, incentives, conferencing, and Exhibition). Kebun Raya atau Botanical Garden di kota Bogor yang dibangun pada tahun 1817 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada waktu itu, yaitu Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen sebagai kebun koleksi tumbuhan obat. Kini Kebun Raya Bogor memiliki koleksi tidak kurang 15000 tumbuhan dari seluruh penjuru Indonesia. Kebun Raya yang jadi icon Bogor menjadi tempat wisata pendidikan yang baik dan kebun raya ini adalah oase terahir di Bogor, sebelum banyak lahan berubah fungsi menjadi gedung-gedung tinggi.

Kota Bogor adalah surganya bagi penyuka wisata kuliner, mau makanan asal daerah mana saja di Indonesia, bisa didapatkan dengan mudah di kota Bogor ini. Tapi saya punya saran kalau mengunjungi kota Bogor jangan sampai lupa yang berikut ini: talas bogor, lapis talas bogor, asinan bogor, soto mie bogor, toge goreng, dan es sekoteng.

Urusan MICE, kota Bogor juga sanggup melayaninya dengan sempurna. Saat ini sudah banyak sekali berdiri hotel-hotel dari berbagai kelas yang dipakai untuk kegiatan MICE. Para peserta MICE menyenangi tempatnya di kota Bogor, selain pelaksanaan kegiatan utama MICE dapat tercapai, juga setelah itu para peserta dapat jalan-jalan untuk memuaskan minat kulinerinya dan belanja-belanja barang fashion yang banyak tersebar di berbagai toko dan FO di kota ini.

Jadi, yuk kita ke kota Bogor.
Istana Negara di Bogor
Tugu Kujang ciri khas Kota Bogor
Aktifitas masyarakat Kota Bogor di pinggir jalan
Beberapa simpul kemacetan di kota Bogor
Gerbang Kebun Raya Bogor
Salah sudut di dalam Kebun Raya
Masih banyak tempat bagus di Kota Bogor
Banyak pedagang buah di kota Bogor
Pedagang buah di kota Bogor
Pedagang talas
Es sekoteng di Jalan Sawojajar
Asinan bogor
 
 
 

  

2 komentar:

  1. sekoteng nya enakkk! tapi ... wisata bogor 2015 kayaknya bakal berubah jadi wisata mall di bogor...
    kabarnya terminal bogor mau di rombak jadi mall terbesar di bogor ...
    mudah2an toge goreng ngesti ... enggak kegusur ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mall, dimanapun sama. Dan berlaku hukum kanibal, muncul satu yang baru, yang lama mati. Pengembangan kota tdk mlulu membangun mall tapi bangunlah gedung opera gedung wayang gedung musik kolintang dll

      Hapus