Jumat, 21 Maret 2014

Pantai Parangkusumo di Jogja yang Kini Didatangi oleh Banyak Caleg


Pantai Parangkusumo yang letaknya bersebelahan dengan pantai Parangtritis berada sekitar 20km dari kota Jogja. Pantainya indah datar namun berpasir hitam. Kalau banyak orang datang ke pantai Parangtritis dengan tujuan utamanya adalah untuk menikmati wisata pantai atau wisata bahari lainnya, namun kalau datang ke pantai Parangkusumo memiliki tujuan lain yang lebih dari sekedar untuk berwisata.

Saat sekarang dimana sebentar lagi akan dilaksanakan Pemilu Legislatif untuk tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, tidak sedikit para caleg-nya dari berbagai daerah datang ke pantai Parangkusomo ini untuk berziarah dengan tujuan untuk meminta ‘kekuatan’ untuk ‘bertarung’ pada Pemilu Legislatif dan tentunya untuk meminta bantuan agar niat dan tujuan dari para caleg yang datang kesini dapat dilancarkan urusannya dan dapat ‘goal’ menjadi anggota legislatif.

Di pantai Parangkusumo diyakini oleh yang mempercainya ada tempat dimana dulu menjadi tempat bertemu antara Sultan Agung dan Nyi Roro Kidul. Sebagaimana kita ketahui, Sultan Agung adalah pendiri dan raja pertama dari Kerajaan Mataram yang nantinya pecah menjadi dua menjadi Kasultanan Ngajogjakarta di Jogja dan Kasunanan Surakarta yang berada di Solo. Sultan Agung adalah penguasa darat sedangkan Nyi Roro Kidul adalah gambaran dari penguasa laut selatan. Maka ketika keduanya bertemu maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa yang dapat menguasai jagat ini. Dan kekuatan inilah yang dicari oleh para caleg yang datang ke pantai Parangkusumo.

Menurut Jacob Sumardjo yang ditulis di harian Kompas pada tanggal 13 Maret 2014: praktik klenik sudah lama tidak disukai oleh kaum pemeluk teguh agama-agama besar. meski demikian, praktik ini tak kunjung lenyap. masih ada banyak orang yang mempercayai bahwa kekuasaan adalah kekuatan untuk memerintah banyak orang yang jadi tanggung jawabnya. Kekuasaan seperti itu bukan berasal dari dirinya sendiri tetapi kekuasaan itu ada hubungannya dengan Yang Mahakuasa. Kekuasaan manusia itu bergantung kepada kekuasaan lain yang berada di luar manusia.

Para peziarah termasuk diantaranya banyak caleg umumnya mendatangi cepuri di pantai Parangkusumo ini pada hari Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon serta sepanjang bulan Suro menurut penanggalan Jawa.

Datang dengan menabur bunga di Cepuri. Kemudian nantinya bunga-bunga itu akan dilarung ke laut Pantai Parangkusumo yang hanya beberapa meter letaknya.

Selain menabur bunga ada beberapa peziarah yang menyembelih kambing atau kerbau. Bahkan ada peziarah yang telah berhasil atas niatnya, mereka mengadakan pertunjukan wayang kulit di pelataran cepuri ini.

Pada malam dan waktu-waktu peziarah ramai datang ke pantai Parangkusumo ini, sudah dipastikan semua penginapan dan hotel di sekitaran pantai ini akan penuh sesak. Tarif penginapan atau hotel di sekitaran pantai Parangkusumo, mulai Rp 75rb/malam
Pantai Parangkusomo di Bantul Jogja
 

3 komentar:

  1. Maaf kepada penulis dalam blok ini ada kekeliruan tentang pendiri kerajaan dan sekaligus raja pertama Mataram adalah Panembahan Senapati (baca Senopati) bukan Sultan Agung seperti tertulis dalam artikel ini. Kalau raja terkenal dan pendiri makam raja-raja Mataram Imogiri memang Sultan Agung. Lenkapnya Sultan Agung Anyokrokusumo Kalifatullah Panatagama.

    BalasHapus
  2. Tambahan komentar;
    Dalam alinea 3 artikel tersebut di atas tertulis," Sebagaimana diketahui bahwa Sultan Agung adalah pendiri dan raja pertama dari Kerajaan Mataram ...". terdapat kekeliruan yang benar pendiri dan raja pertama dari kerajaan Mataram adalah Danang Sutawijaya (baca Sutowijoyo) yang kemudiam bergelar Panembahan Senapati ing Alaga sayidina Panatagama (baca Senopati ing Alogo sayidina Panotogomo).

    BalasHapus
  3. Terima kasih dan Salam hormat kepada Bapak Antonius Suparjo atas koreksi terhadap tulisan saya tsb. Dengan demikian tulisan tsb yg mengangkut pendiri dan raja pertama Kerajaan Mataram adalah Panembahan Senapati..
    Sekali lagi Terima kasih Pak Antonius Suparjo dan mohon maaf kepada pembaca atas kekeliruan tersebut

    BalasHapus