Senin, 25 Januari 2016

Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Pari Manta. Periode 1 : 2016 – 2020


Tulisan ini merupakan cuplikan dari buku ‘Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Pari Manta. Periode 1: 2016 – 2020 yang disusun oleh: Didi Sadili dkk yang diterbitkan oleh: Direktorat Konsevasi dan Keanekaragaman Hayati Laut – Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan, tahun 2015.
Latar Belakang
Peningkataan permintaan pari manta dunia terutama bagian insangnya telah meningkatkan laju peningkatan penangkapan pari manta secara signifikan yang dikhawatirkan akan berdampak terhadap kepunahan spesies tersebut. Di Cilacap, data pari manta yang didaratkan telah mengalami penurunan sekitar 31% pada periode 2006 – 2011, sedangkan di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, terjadi penurunan sekitar 57% dalam kurun waktu 10 tahun terahir.
Secara global-pun demikian juga, pari manta berada pada ancaman kepunahan. Lembaga konservasi dunia atau IUCN telah menempatkan pari manta dalam katagori vulnerable atau rawan terancam punah. Kondisi tersebut merupakan peringatan bagi masyarakat internasional dan Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi habitat pari manta di perairannya untuk melakukan tindakan konservasi, yaitu: perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan. Perlindungan adalah upaya yang dilakukan agar proses-proses biologis (kawin, mijah, berkembang biak, beruaya dll) dan ekologis dapat berlangsung normal dan alami, sedangkan pelestarian adalah agar aspek-aspek biologis dan ekologis dapat berlangsungsung secara normal, sedangkan pemanfaatan adalah pemanfaatan lestari. Secara internasional, sebagai langkah efektif antisipasi terhadap ancaman kepunahan dari pari manta, konvensi tentang perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar atau CITES pada CoP CITES ke 16 pada bulan Maret 2012 telah memasukkan pari manta ke dalam daftar Apendiks II CITES. Apendiks II CITES adalah daftar tumbuhan dan satwa yang dapat menjadi punah kalau perdagangannya tidak diawasi atau dikontrol secara ketat.
Pemerintah Indonesia bahkan telah memberikan status dilindungi secara penuh untuk dua jenis pari manta yaitu Manta alfredi dan Manta birostris yang ada di perairan Indonesia melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 4 tahun 2014.
Sebaran Pari Manta di Perairan Indonesia
Sebaran Manta alfredi dan Manta birostris di perairan Indonesia diperoleh dari beberapa data perjumpaan seperti yang terangkum pada tabel di bawah ini:
Tabel: Sebaran Pari Manta di Indonesia
Tabel . Sebaran Manta alfredi di Indonesia
Lokasi
Frekuensi Perjumpaan
Keterangan
Sumber
Populasi
Sangalaki, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur
Sering/agregasi
Lokasi pariwisata manta
Informasi yang sudah diketahui secara luas
Nusa Penida, Bali
Sering/agregasi
Lokasi pariwisata manta
Informasi yang sudah diketahui secara luas
Kepulauan Gili, NTB
Sesekali
Berhubungan dengan populasi Nusa Penida (data identifikasi foto)
Indonesian Manta Project/Manta Trust, Aquatic Alliance, Dive operator
Barat daya Lombok
Sesekali
Berpotensi terhubung dengan populasi Nusa Penida
Dive operator
Taman Nasional Komodo, NTT
Sering/agregasi
Lokasi pariwisata manta
Informasi yang sudah diketahui secara luas
Raja Ampat, Papua
Sering/agregasi
Lokasi pariwisata manta
Informasi yang sudah diketahui secara luas
Halmahera, Maluku
Sesekali
Kurang data
Kegiatan Liveaboard
Pulau Weh, Aceh
Sesekali
 
Kegiatan selam
Selat Lembeh, Sulawesi Utara
Sesekali
Tempat yang memiliki tekanan perikanan yang tinggi, populasi sudah menurun
Dive operator
Rote, NTT
Sering
Dilaporkan bahwa pari manta seringkali terlihat, namun sangat sedikit data di lokasi ini
Kegiatan pariwisata
Pulau Banyak, Aceh
Laporan keberadaan pari manta di daerah ini
Kurang data, tidak ada konfirmasi, tidak ada bukti foto untuk mengkonfirmasi laporan
Yayasan Pulau Banyak
Aktivitas Perikanan
Gili, NTB
Pendaratan (sesekali)
Bukti dari video
Gili Eco Trust
Halmahera, Maluku
Tidak diketahui
Kegiatan liveaboard melaporkan perikanan yang mentargetkan Manta
Kegiatan Liveaboard
Sumba (pantai Wanokaka), NTT
Tidak diketahui
Bukti berupa foto penangkapan pari manta
Foto (Flickr)
Sebaran Manta birostris di Indonesia didapat dari beberapa data perjumpaan terangkum dalam tabel  di bawah ini.
Tabel . Sebaran  Manta birostris di Indonesia
No
Lokasi
Frekuensi Perjumpaan
Sumber
Populasi
1.
Raja Ampat, Papua
Sering terlihat/agregasi; di perairan Misool dan daerah Selat Dampier
Misool Manta Project dan Indonesian Manta project/Manta Trust
2.
Taman Nasional Komodo, NTT
Sesekali; beberapa kali terekam di perairan bagian selatan
Foto dari Dive Operator
3.
Nusa Penida, Bali
Jarang; satu ekor direkam di wilayah perairan Nusa Penida
Aquatic Alliance
4.
Laut Sawu, perairan Pulau Lembata, NTT
Agregasi musiman; nelayan Lamakera dilaporkan memburu pari manta di lokasi ini. Musim untuk pari manta mulai dari Maret hingga Oktober
Setiasih et al. in review
5.
Pulau Yapen, Teluk Cenderawasih, Papua
Agregasi musiman; belum diketahui apakah jenis M. birostris atau M. alfredi, pada bulan April – Mei nelayan skala kecil sesekali melakukan penangkapan untuk kebutuhan konsumsi lokal, perikanan manta di wilayah ini berpeluang untuk dikembangkan sebagai objek penyelaman wisata bahari
B. Fritz, pers. comm.
Aktivitas Perikanan
1.
Tanjung Luar, Lombok
Sering didaratkan di Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar-Lombok; sebagian nelayan sengaja menangkap pari manta saat melakukan kegiatan penangkapan tuna
White et al., 2006a
2.
Lamakera, Solor
Sering didaratkan di lokasi pendaratan ikan, pari manta dijadikan target penangkapan dengan menggunakan tombak
Dewar, 2002
3.
Cilacap, Jawa
Sesekali ditemukan di lokasi pendaratan ikan
White et al., 2006a
4.
Kedonganan, Bali
Jarang ditemukan di lokasi pendaratan ikan, kalaupun ada biasanya merupakan hasil tangkapan sampingan.  Pari manta yang tertangkap kemungkinan besar jenis Manta alfredi
White et al., 2006a
5.
Pelabuhanratu
Pernah ditemukan di lokasi pendaratan ikan, dan umumnya merupakan hasil tangkapan sampingan dari perikanan tuna
 
6.
Pulau Yapen, Teluk Cendrawasih
Pari manta didaratkan secara musiman; pari manta ditangkap secara sengaja oleh masyarakat
B. Fritz, pers. comm.
7.
Aceh Utara
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh WCS, pari manta tertangkap sebagai hasil tangkapan sampingan
Pardede et al., 2011
 
 
Substansi Rencana Aksi Nasional Pari Manta
Konservasi pari manta bertujuan untuk melindungi pari manta dari kepunahan, menjaga kestabilan populasinya di habitat alam dan mengembangkan model pemanfaatan berkelanjutan melalui model ekowisata.
Secara umum, sasaran jangka panjang yang ingin dicapai dalam program konservasi pari manta adalah meningkatkan populasi dan / atau menjaga kestabilan populasi pari manta serta memanfaatkan potensi ekonominya secara berkelanjutan / non ekstraktif.  Sasaran jangka pendek atau lima tahunan dari rencana aksi nasional pari manta ini adalah:
1.   Tersedianya data baseline, data time series status populasi, dan data jalur ruaya pari manta di lokasi prioritas pada tahun 2020,
2.   Tersedianya hasil kajian distribusi habitat penting pari manta dan paling sedikit dari habitat penting pari manta tersebut ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada tahun 2020,
3.   Terwujudnya target 100% perdagangan ilegal insang pari manta yang tertaangkap tangan dapat dilakukan proses sampai tahap pengadilan pada tahun 2018,
4.   Terimplementasinya ekowisata pari manta berbasis masyarakat paling sedikit di satu lokasi pada tahun 2020,
5.   Tersedianya regulaasi tentang standar kualifikasi kegiatan aquaria pari manta pada tahun 2017.
 
Kerangka Pendekatan Rencana Aksi Nasional Pari Manta
Substansi dari RAN pari manta adalah siapa berbuat apa dan dimana, dapat dikerjakan apabila masing-masing stakeholder, lembaga, intansi yang terkait dapat melakukan: semangat kebersamaan, komitmen, dan konsesten melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan rencana aksi yang telah disususn tersebut.
Kerangka pendekatan RAN adalah sebagai berikut:
Tabel .  Kerangka pendekatan rencana aksi nasional
konservasi pari manta 2016-2020
SASARAN
STRATEGI
RENCANA AKSI
1.       Tersedianya data baseline, data perubahan status populasi, dan data jalur ruaya pari manta di empat lokasi prioritas pada tahun 2020
1.1   Memperkuat kegiatan survey populasi, monitoring dan pendataan jalur ruaya pari manta
(1)  Survey baseline dan monitoring status populasi pari manta di empat lokasi prioritas;
(2)  Pemasangan manta taging di empat lokasi prioritas;
(3)  Survey populasi dan pola kemunculan pari manta di dua lokasi baru;
(4)  Workshop updating status populasi pari manta; dan
(5)  Upload data monitoring status populasi dan jalur ruaya pari manta melalui website.
2.       Tersedianya hasil kajian distribusi habitat penting pari manta dan paling sedikit satu lokasi habitat penting tersebut ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada tahun 2020
2.1   Mempercepat pemetaan habitat penting pari manta nasional
(1)  Melakukan kajian lokasi dan distribusi habitat penting pari manta;
(2)  Melakukan workshop desiminasi hasil kajian habitat penting dengan direktorat teknis terkait;
2.2   Meningkatkan peran pemerintah daerah dalam perlindungan habitat penting pari manta
(1)  Melakukan kajian identifikasi calok kawasan konservasi untuk perlindungan habitat penting pari manta;
(2)  Melakukan asistensi dan pendampingan proses pencadangan kawasan konservasi oleh pemerintah daerah
3.       Terwujudnya target 100% perdagangan ilegal insang manta yang tertangkap tangan dilakukan proses sampai tahap pengadilan pada tahun 2018
3.1   Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam konservasi pari manta
(1)  Menyiapkan dan mendesiminasikan bahan sosialisasi;
(2)  Melakukan sosialisasi regulasi perlindungan pari manta ke aparat penegak hukum;
(3)  Melakukan sosialisasi regulasi perlindungan pari manta ke pedagang dan masyarakat nelayan; dan
(4)  Melakukan sosialisasi melalui media cetak dan media elektronik.
3.2   Memperkuat upaya pengawasan dan penegakan hukum
(1)  Melaksanakan pengawasan dan patroli di daerah rawan perdagangan ilegal;
(2)  Melaksanakan pengawasan berbasis masyarakat; dan
(3)  Memfasilitasi pertemuan koordinasi antar petugas penegak hukum.
4.       Terimplementasinya ekowisata pari manta berbasis masyarakat paling sedikit di satu lokasi pada tahun 2020;
4.1   Meningkatkan peran dan pelibatan masyarakat dalam ekowisata pari manta
(1)  Membuat kajian model ekowisata pari manta berbasis masyarakat;
(2)  Menyusun pedoman ekowisata pari manta;
(3)  Membentuk dan meningkatkan kapasitas POKMAS dalam ekowisata pari manta; dan
(4)  Menyiapkan dukungan sarana, prasarana dan pendampingan kepada POKMAS.
5.       Tersedianya regulasi tentang standar kualifikasi kegiatan akuaria pari manta pada tahun 2017
5.1   Menyiapkan SOP dan standar kualifikasi pemanfatan aquaria pari manta
(1)  Menyusun standar kualifikasi pemanfaatan aquaria pari manta; dan
(2)  Menyiapkan SOP pemanfaatan aquaria pari manta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar