Selasa, 08 Agustus 2017

Konsepsi Umum Pembangunan dan Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil


Isu-Isu Pembangunan Pulau Kecil

Berdasarkan UNESCO-MAB Inter Oceanik Workshop on Small Islands di Puerto Rico pada tahun 1986, diidentifikasi ada 20 isu kunci pembangunan pulau-pulau kecil, yaitu:

1. Pembangunan yang berkelanjutan

Pulau kecil tidak mampu mengabsorbsi dampak lingkungan melebihi skala tertentu dibandingkan dengan pulau besar (continent). Oleh karenanya pemahaman dan implementasi strategi pembangunan yang berkelanjutan merupakan tantangan utama bagi masyarakat pulau kecil,

2.  Keragaman karakteristik pulau kecil

Jumlah pendudukdi pulau kecil sangat bervariasi, dari yang dihuni oleh beberapa keluarga saja sampai dengan kepadatan penduduknya yang tinggi. Seperti Pulau Bungin di Provinsi NTB yang menyandang sebutan ‘pulau terpadat penduduknya di dunia’. Dilain pihak, pulau kecil sangat rentan terhadap bencana alam, sehingga masing-masing pulau kecil akan memiliki keragaman sosial ekonomi dan ekologis yang tinggi,

3.  Kekhasan perekonomian pulau kecil

Komoditas dan pola perdagangan di pulau kecil sangat khas. Misalnya: komoditas perikanan yang diperdagangkan adalah dari jenis ikan yang dilindungi atau langka, seperti: ikan napoleon, kima dll.  Dan masih banyak terjadi, sistem perdagangannya yang digunakan adalah masih sistem barter.

4.  Perlunya keterlibatan sektor swasta

Sektor swasta perlu berperan aktif dalam pembangunan pulau-pulau kecil karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah.

5.  Tingginya distorsi terhadap ekonomi pulau pulau kecil

Karena adanya kendala dalam hal transportasi dan skala ekonomi yang terbatas maka ekonomi pulau-pulau kecil sangat rentan terhadap adanya distorsi dari kondisi eksternal pulau.

6.  Kendala transportasi

Geografis pulau-pulau kecil terpencil dan terpisah pisah akan menyulitkan dalam hal aspek transportasi bagi para penduduknya dan masyarakat lain yang ingin berkunjung ke pulau-pulau kecil.

7. Peka terhadap isu kependudukan

Di pulau kecil sangat sensitif terhadap perubahan angka keseimbangan antara angka kelahiran dengan angka kematian secara alamiah sekalipun.

8.  Terbatasnya lapangan kerja

Hal ini sangat terkait dengan keterbatasan sumberdaya yang ada di pulau kecil tersebut serta kegiatan perekonomian-nya.

9.  Pembuatan keputusan

Sebagai akibat kurangnya informasi ilmiah bagi pembuat keputusan, mengakibatkan konsep yang berdasarkan keterpaduan ilmiah dalam pengelolaan pulau kecil yang benar sering diabaikan.

10. Sangat mengandalkan sumberdaya alam

11. Pola pengelolaan hutan yang spesifik

Konservasi hutan di pulau kecil sangat penting karena terkait dengan upaya pencegahan abrasi dan pelestarian sumberdaya air tawar yang dimilikinya.

12. Pola pemanfaatan lahan

Masalah pemanfaatan lahan muncul umumnya karena terjadinya pergeseran kepemilikan lahan secara tradisional kepada pola kepemilikan yang berorientasi ekonomi dan profit.

13. Keterbatasan sumberdaya air tawar

14. Ketergantungan terhadap energi

Tentunya masyarakat pulau kecil dalam memenuhi kebutuhan energinya sangat tergantung dari impor. Walaupun pemakaian kayu bakar masih terus berlangsung. Pengadaan energi terbarukan di pulau kecil sangat direkomendasikan, seperi energi bio gas, energi matahari, dll

15. Konservasi

Pulau kecil umumnya memiliki flora fauna dan ikan endemik dan atau dilindungi, namun pulau kecil adalah area yang sangat rentan. Sehingga sangat direkomendasikan untuk mengelolanya dengan prinsip prinsip kehati hatian dan berbasis konservasi

16. Ekosistem laut dan pesisir

Garis pantai di pulau kecil adalah benteng pertahanan akan eksistensi pulau kecil tersebut.  Pemanfaatan pulau kecil seperti untuk industri pariwisata dan lainnya, apabila tidak mengindahkan kaidah kaidah pengelolaan pulau kecil dengan benar, malah akan menghilangkan pulau kecilnya itu sendiri

17. Perikanan

Banyak kendala dalam peningkatan usaha (scalling up) perikanan (tangkap) di pulau kecil, yaitu: alat tangkap yang masih tradisional dan terbatas, keberadaan cold storage, pemasaran sehingga menyebabkan fishing ground dari para nelayannya hanya di seputaran pantai pulau kecil tersebut dan itu akan berakibat kepada produksi hasil tangkapan ikan para nelayan tersebut.

18. Pertanian

Produk pertanian pulau kecil lebih ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan sendiri. Kalaupun ada bagian yang bisa dijual ke luar pulau kecil namun perdagangannya bersifat sangat sensitif terhadap kuantitas produksi. Hal tersebut dikarenakan biaya produksi cenderung stabil, maka kalau harga komoditas pertanian tersebut sedikit turun saja, hal itu akan mengganggu proses produksi berikutnya.

19. Industri

Karena luasan pulau kecil sangat terbatas makan pengembangan industri manufaktur di pulau kecil tidak direkomendasikan

20. Memiliki potensi jasa pariwisata dan jasa lingkungan yang besar.

Kendala Pembangunan Pulau Kecil 

Beberapa karakteristik pulau-pulau kecil yang dapat menjadi kendala pembangunanya adalah:

1.  Ukurannya yang kecil dan terisolasi, hal tersebut menyebabkan penyediaan sarana dan prasarana menjadi mahal. Sumberdaya manusia yang mumpuni-pun menjadi kendala serius.

2.  Kesulitan bahkan ketidakmampuan untuk mencapai scala ekonomi (economics of scale) yang optimal dan menguntungkan.

3.  Ketersediaan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan, seperti: air tawar, vegetasi, tanah, ekosistem pesisir dan satwa liar, pada ahirnya akan menentukan daya dukung suatu sistem pulau kecil dalam menopang kehidupan manusia penghuni dengan segenap aktifitasnya.

4.  Produktifitas sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di sekitar pulau, saling terkait satu sama lain secara sangat erat. Misalnya penebangan hutan di daratan pulau kecil yang tidak terkendali menyebabkan erosi tanah dan sedimentasi di wilayah perairan pesisir sehingga mematikan ekosistem terumbu karangnya, kemudian berakibat hilangnya sumberdaya perikanan karang dan matinya wisata bahari di tempat tersebut.

5.  Budaya lokal yang terpinggirkan bahkan musnah sebagai akibat pembanguan wisata secara masif. Budaya dan kebiasaan kebiasaan lain yang dibawa para turis akan berdampak negatif kepada budaya dan agama lokal di pulau kecil tersebut.

Konsepsi Pengelolaan Pulau Kecil

1.    Konsepsi dasar

1.1  Pengelolaan yang berkelanjutan

1.2  Pemanfaatan pulau kecil. Hal ini harus mempertimbangkan daya dukung pulau, teknologi, dampak, serta dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakatnya.

1.3  Ber-prinsip keseimbangan dan daya dukung lingkungan. Mengingat kondisi alam pulau-pulau kecil mempunyai keterbatasan dalam mendukung aktifitas manusia, maka segala aktifitas harus dilakukan secara terpadu dengan berprinsip community and ecological based development.

2.  Konsepsi Pengembangan Sumberdaya Manusia di Pulau Kecil.  Kebijakan pengembangan sumberdaya manusia pulau kecil mesti dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kapasitas dan implementasinya ke depan. Karena masyarakat pulau kecil terbiasa hidup dalam keterbatasan maka cita-cita dan keinginannya-pun umumnya yang sederhana sederhana saja.

3.  Konsepsi Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pulau Kecil. Focus program pembangunan pulau kecil lebih diarahkan untuk mengatasi persoalan ekonomi lokal dengan konsepsi pembangunan ekonomi tersebut dapat membawa masyarakatnya secara bertahap dapat membangun wilayahnya secara mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan.

4. Konsepsi Pengembangan Infrastruktur Pulau Pulau Kecil. Konsepsi pengembangan infrastruktur di pulau kecil sudah semestinya merupakan keterpaduan antara perspektif kontinental dan perspektif maritim. Perspektif kontinental adalah infrastruktur yang terkait pengelolaan daratan dari pulau kecil tersebut. Perspektif maritim lebih ditujukan untuk pemenuhan minimal kebutuhan dasar dari pengelolaan perairan di sekitar pulau-pulau kecil tersebut.

5. Konsepsi Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Secara Terpadu. Keterpaduan yang dimaksud disini adalah: keterpaduan wilayah/ekologis dan keterpaduan sektor. Konsepsi keterpaduan secara wilayah/ekologis yang dimaksud adalah pembangunan pulau kecil yang bersangkutan tidak akan terlepas dari dinamika pembangunan maupun perubahan ekologis yang terjadi di wilayah pulau besar/daratan utamanya (hinterland) serta pulau-pulau kecil lainnya yang berdekatan.

Regulasi Yang Terkait Dengan Pulau-Pulau Kecil

Beberapa regulasi yang terkait dengan pengelolaan pulau kecil, yaitu diantaranya:

1. Undang Undang nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil,

2.  Peraturan Pemerintah nomor 62 tahun 2010 tentang Pemanfaatan Pulau Pulau Kecil Terluar,

3.  Keputusan Presiden nomor 78 tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau Pulau Kecil Terluar,

4. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 39 tahun 2014 tentang Pedoman Umum Investasi di Pulau Pulau Kecil,

5. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 20 tahun 2008 tentang Pemanfaatan Pulau Pulau Kecil dan Perairan di sekitarnya

Bahan bacaan utama:

Profil Pulau Pulau Kecil Di Indonesia. Jilid 2. 2006 cetakan ke 2. Direktorat Pemberdayaan Pulau Pulau Kecil. Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan. Ed: Alex. S. W Retraubun, Didi Sadili, dan Sri Atmini

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar