Selasa, 08 Agustus 2017

Pengertian, Tipe, dan Asal Pembentukan Pulau Kecil


Definisi Pulau

Pengertian pulau menurut UN Convention on The Law of The Sea (UNCLOS 1982) Article 121, adalah: massa daratan yang terbentuk secara alami yang dikelilingi air dan tidak tenggelam pada saat pasang tertinggi (dalam hal ini, mangrove, batu, gosong tidak termasuk sebagai kriteria pulau). Sedangkan, pengertian pulau kecil menurut Undang Undang nomor 27 tahun 2007 jo UU no. 1 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no. 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil, pulau kecil adalah pulau dengan luas lebih kecil atau sama dengan 2000 km2 atau 200.000 Hektar.

Ada perbedaan pengertian pulau (kecil) antara menurut UNCLOS 1982 dengan pengertian UU no. 27 tahun 2007, perbedaan itu adalah UNCLOS 1982 mensyaratkan bahwa pulau tersebut terbentuk secara alami. Artinya pulau buatan atau pulau hasil reklamasi tidak dapat dikatagorikan sebagai pulau. Sedangkan pengertian pulau kecil menurut UU no. 27 tahun 2007, tidak mensyaratkan bahwa pulau (kecil) harus terbentuk secara alamiah.

Dalam tulisan ini dan selanjutnya, pulau buatan atau pulau hasil reklamasi tetap akan didefinisikan sebagai pulau.

Tipe dan Asal Pembentukan Pulau

Pulau pulau di dunia dapat dikelompokkan menjadi enam (6), yaitu: Pulau Benua, Pulau Vulkanik, Pulau Dataran Rendah, Pulau Karang Timbul, Pulau Atol, dan Pulau Buatan.

1. Pulau Benua (continental islands) terbentuk sebagai bagian dari benua dan setelah itu terpisah dari daratan utamanya. Contoh pulau benua adalah: Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

2. Pulau Vulkanik (vulcanic islands) sepenuhnya terbentuk dari gunung berapi yang timbul secara perlahan lahan dari dasar laut ke permukaan laut. Pulau jenis ini tidak pernah menjadi bagian dari daratan benua, dan terbentuk di sepanjang pertemuan lempeng lempeng tektonik, dimana lempeng-lempeng tersebut saling menjauh atau bahkan saling bertumbukan. Contoh dari jenis pulau vulkanik adalah pulau pulau di Sunda Kecil seperti; Bali, Lombol, Sumba, Sumbawa, Flores, Wetar, dan Timor.

3. Pulau Karang Timbul (raised coral islands), pulau yang terbentuk oleh terumbu karang yang terangkat ke atas permukaan laut karena adanya gerakan ke atas (uplift) dan gerakan ke bawah (subsidence) dari dasar laut karena proses geologi. Pada saat dasar laut berada di dekat permukaan laut (kurang dari 40 m), terumbu karang mempunyai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang di dasar laut yang naik tersebut. Setelah berada di permukaan laut, terumbu karang akan mati yang menyisakan rumahnya dan membentuk pulau karang. Jika hal tersebut terjadi secara terus menerus maka akan terbentuklah pulau karang timbul.

Jenis pulau karang timbul banyak ditemui di perairan timur Indonesia, seperti di laut Seram, Sulu, Banda, dll.

4.  Pulau Dataran Rendah (low islands) adalah pulau yang mana ketinggian daratannya dari muka air laut tidak besar. Pulau jenis ini bisa berasal dari pulau pulau vulkanik maupun non vulkanik. Pulau jenis ini sangat rawan terhadap bencana alam seperti tsunami. Contoh jenis pulau dataran rendah adalah Kepulauan Seribu di DKI Jakarta.

5. Pulau Atol (atolls),  adalah pulau (pulau karang) yang berbentuk cincin. Pulau atol umumnya adalah pulau vulkanik yang ditumbuhi terumbu karang membentuk fringing reef, kemudian berubah menjadi barrier reef, dan ahirnya menjadi pulau atol. Proses pembentukan pulau atol disebabkan adanya gerakan ke bawah (subsidence) dari pulau vulkanik semula, dan oleh pertumbuhan vertikal dari terumbu karang. Contoh dari pulau atol adalah pulau-pulau Tukang Besi.

6. Pulau Buatan adalah pulau yang sengaja dibuat manusia untuk kepentingan tertentu. Material yang digunakan untuk membuat pulau buatan dapat berupa tanah, pasir, batu batu-an, beton, atau kombinasi dari semua, serta lainnya.

Batasan Pulau Kecil

Ada 3 kriteria yang dapat dipakai untuk membuat suatu batasan pengertian pulau kecil, yaitu: (1) batasan fisik atau menyangkut ukuran luas pulau; (2) batasan ekologis atau menyangkut keragaman spesies endemik, dan (3) keunikan budaya. Kriteria tambahan lain yang dapat dipakai adalah derajat ketergantungan penduduknya dalam memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Apabila penduduk pulau itu untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya tergantung kepada pulau lain atau pulau induknya, maka pulau tersebut dapat diklasifikasikan sebagai pulau kecil.

Tipe Pulau Kecil

Dari jenis jenis kelompok pulau, apabila lebih didetilkan lagi, didapatkan ada tipe pulau yang hanya dapat ditemui pada kriteria pulau kecil, atau tidak ditemukan pada pulau besar (pulau dengan ukuran > 2000 km2). Seperti tipe pulau kecil atol dan tipe pulau kecil karang terangkat. Sehingga didapatkan ada 9 tipe pulaukecil, dimana didalamnya termasuk tipe pulau kecil buatan yang mana sudah diterangkan di depan bahwa pulau kecil buatan tidak termasuk katagori ‘pulau’ menurut definisi dari UNCLOS 1982. Secara keseluruhan, pulau kecil dibagi menjadi 9 tipe, yaitu:

1. Tipe pulau aluvium, yaitu pulau kecil yang umumnya terbentuk di daratan pantai yang landai dari sebuah pulau atau di depan muara muara sungai besar (ada yang menyebutnya tipe pulau ini sebagai delta), dimana laju pengendapan sedimen oleh arus dan gelombang laut, lebih tinggi daripada laju erosi. Contoh pulau aluvium adalah pulau pulau di muara Sungai Mahakam di Kalimantan Timur,

2. Tipe pulau karang atau koral. Pulau kecil karang atau pulau koral terbentuk dari endapan klastik berumur kuarter. Tipe pulau ini umumnya dikelilingi terumbu karang.

Contoh tipe pulau karang dapat dijumpai di selatan Selat Makassar, di Teluk Tomini, di Maluku, di Raja Ampat, dan di Teluk Cendrawasih,

3. Tipe pulau atol,

4. Tipe pulau vulkanik,

5. Tipe pulau tektonik. Terbentuknya tipe pulau kecil tektonik adalah akibat proses tektonik terutama pada zona tumbukan antar lempeng. Contoh dari tipe pulau ini adalah: Pulau Nias, Pulau Siberut, Pulau Enggano, dll

6. Tipe pulau genesis campuran. Tipe pulau kecil genesis campuran adalah pulau yang terbentuk dari dua atau lebih genesis tipe pulau pulau sebelumnya. Contoh pulau tipe genesis campuran seperti: Pulau Haruku, Pulau Nusa Laut, Pulau Rote, dll

7.  Tipe pulau teras terangkat, yaitu tipe pulau kecil yang pembentukannya sama dengan pulau tektonik, namun sedikit perbedaannya yaitu pada saat pengangkatannya disertai pembentukan teras yang sebagian besar terdiri dari koral. Contoh tipe pulau teras terangkat banyak dijumpai di Indonesia bagian timur, seperti di kepulauan Ambon dan Biak,

8. Tipe pulau petabah, yaitu tipe pulau kecil yang terbentuk di daerah yang stabil secara tektonik dengan litologi pembentukan batuan ubahan, intrusi, dan sedimen yang terlipat dan berumur tua. Contoh tipe pulau kecil petabah adalah: Pulau Batam, Pulau Bintan, dan Pulau Belitung,

9. Pulau kecil buatan.

Sumber Bacaan:

Profil Pulau-Pulau Kecil Di Indonesia. Jilid 2. 2006. Direktorat Pemberdayaan Pulau Pulau Kecil. Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Departemen Kelautan dan Perikanan. Editor: Alex S. W. Retraubun, Didi Sadili, Sri Atmini.

1 komentar: